Seiring dengan kemajuan zaman, kebutuhan akan sesuatu yang cepat, efisien, dan fleksibel semakin tinggi. Salah satunya adalah rekam medis elektronik. Sepertinya yang telah diketahui rekam medis elektronik adalah catatan rinci tentang informasi data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan dari seorang pasien yang terdokumentasi secara digital. Dengan adanya rekam medis elektronik ini tenaga kesehatan yang bertugas dapat memberikan pelayanan kesehatan yang tepat kepada pasien. Karena, dapat memudahkan untuk saling berbagi informasi tanpa bergantung pada dokumen berbasis kertas.

PMK No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Pasien

Pada tahun 2022, tepatnya di Bulan Juli kemarin pemerintah Indonesia menetapkan aturan baru terkait kewajiban faskes untuk menerapkan rekam medis pasien secara elektronik. PMK No. 24 Tahun 2022 ini dikeluarkan untuk menggantikan peraturan yang lama, yaitu PMK No. 269 Tahun 2008. Pemerintah Indonesia sadar bahwa dengan perkembangan teknologi yang pesat penggunaan rekam medis konvensional di situasi saat ini sudah tidak relevan lagi. Maka dari itu, perlu adanya transformasi digitalisasi pelayanan kesehatan  sehingga rekam medis pasien perlu dilaksanakan secara elektronik.

Berikut ini adalah ringkasan isi keseluruhan dari PMK No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.

Poin-Poin yang Perlu Diperhatikan Terkait Rekam Medis Pasien

Pada peraturan PMK No. 24 Tahun 2022 berisi sebanyak 47 pasal. Dari keseluruhan pasal yang ada ada beberapa poin yang perlu kita perhatikan.

  • Tujuan Pengadaan Rekam Medis Pasien Berbasis Elektronik

Pada pasal 2 disebutkan bahwa tujuan pemerintah mulai mengatur penyelenggaraan rekam medis pasien konvensional ke elektronik adalah selain mewujudkan penyelenggaraan rekam medis pasien berbasis digital dan terintegrasi. Dengan adanya peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memberikan kepastian hukum selama penyelenggaran rekam medis elektronik berlangsung. Sehingga, data rekam medis pasien dapat terjamin keamanan, kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaannya.

  • Penyelenggara Rekam Medis Pasien Berbasis Elektronik

Pemerintah juga mengatur siapa yang wajib untuk menyelenggarakan rekam medis elektronik. Pada pasal 3 disebutkan fasilitas kesehatan seperti ; praktik mandiri dokter, praktik dokter gigi, puskesmas, klinik, rumah sakit, apotek, laboratorium kesehatan, dan balai. Dapat disimpulkan bahwa semua fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien diwajibkan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan rekam medis elektronik paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023. Tidak terkecuali bagi fasilitas kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan dengan cara telemedisin.

Baca Juga : Hasilkan Resep Elektronik Kurang Dari 1 Menit dengan SIM Trustmedis

  • Hal yang Harus Ada Dalam Rekam Medis Pasien Berbasis Elektronik

Pada pasal 26 diatur hal-hal apa saja yang harus tertulis dalam rekam medis pasien berbasis elektronik. Seminimal mungkin rekam medis elektronik harus berisi identitas diri pasien, hasil pemeriksaan fisik dan penunjang, diagnosis, pengobatan, rencana tindak lanjut pelayanan kesehatan, nama, serta tanda tangan penanggung jawab pemberi pelayanan kesehatan.

  • Regulasi Penyelenggara Sistem Rekam Medis Pasien Berbasis Elektronik

Dalam pasal 9, disebutkan bahwa dalam melaksanakan sistem rekam medis elektronik. Pemerintah memberikan pilihan bagi fasilitas kesehatan untuk menggunakan sistem yang dikembangkan secara mandiri, sistem yang dikembangkan oleh Kemenkes, atau bekerja sama dengan vendor penyedia sistem informasi untuk rekam medis elektronik. Dalam catatan bahwa pihak yang diajak kerja sama telah memiliki izin dan terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) pada sektor kesehatan dari Kominfo.

  • Standar Sistem Rekam Medis Elektronik

Pemerintah mengatur standarisasi sistem yang digunakan untuk rekam medis elektronik dalam pasal 10. Disebutkan bahwa sistem yang menyelenggarakan rekam medis elektronik harus memiliki kemampuan kompatibilitas dan interoperabilitas. Maksudnya adalah, sistem elektronik harus saling terintegrasi dan sesuai dengan sistem elektronik yang lainnya. Contoh, sistem rekam medis elektronik nanti juga diharapkan dapat terintegrasi dengan sistem peresepan obat atau sistem laboratorium kesehatan. Kemudian, sistem elektronik yang digunakan juga harus memiliki kemampuan dapat berinteraksi dengan aplikasi di luar sistem itu sendiri. Contohnya adalah aplikasi yang digunakan oleh suatu fasilitas kesehatan harus dapat berinteraksi dan terintegrasi dengan aplikasi milik pemerintah seperti Pedulilindungi atau IHS (Indonesia Health Services) SatuSehat.

Trustmedis, Aplikasi Fasilitas Kesehatan Terpadu

Jika saat ini Anda sebagai pemilik faskes atau yang diberi tanggung jawab untuk mencari sistem untuk fasilitas kesehatan Anda. Anda dapat percayakan hal tersebut kepada Trustmedis.

Sebagai informasi, Trustmedis tidak hanya memiliki solusi yang lengkap untuk kebutuhan faskes Anda dari praktek dokter mandiri, apotek, laboratorium kesehatan, puskesmas, klinik, ataupun rumah sakit. Tetapi, sistem dari Trustmedis juga telah terdaftar dan terintegrasi dengan berbagai platform kesehatan dari pemerintah seperti BPJS, Pedulilindungi, dan IHS SatuSehat.  Selain itu, aplikasi fasilitas kesehatan dari Trustmedis juga sudah terintegrasi mulai dari proses pendaftaran, rekam medis elektronik, hingga ke pelaporan kinerja fasilitas kesehatan.

Rekam medis pasien elektronik

Sistem rekam medis pasien berbasis elektronik dari Trustmedis sudah lengkap sesuai dengan yang disebutkan pada pasal 26

Sertfikat Integrasi Trustmedis dengan IHS SatuSehat
Sertifikat PSE Trustmedis

Selain itu juga Trustmedis sudah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) oleh Kominfo dan juga sudah terintegrasi dengan IHS SatuSehat dari Kemenkes.

Segera jadwalkan demo dengan tim kami dengan klik tombol dibawah dan dapatkan akses gratis aplikasi selama 14 hari.

Baca Juga : Efektifitas Pencatatan Rekam Medis SOAP dengan SIMRS

Coba Gratis Sekarang

Artikel terbaru

Lihat semua artikel
17 November 2022
Pengendalian Mutu di Laboratorium Kesehatan

Pengendalian mutu di laboratorium kesehatan bertujuan untuk mendeteksi dan mengurangi titik kesalahan dalam proses analisis laboratorium

Read More
8 November 2022
Tahap-Tahap Melakukan Manajemen Stok Obat di Puskesmas

Manajemen stok obat di puskesmas merupakan hal yang penting. Bahwa sekitar 90% pelayanan kesehatan pada puskesmas memanfaatkan bagian farmasi.

Read More
13 October 2022
Standarisasi Data Pelayanan Kesehatan

Data berhubungan dengan penggunaan data yang mewakili fakta dengan adanya standarisasi data dapat digunakan sebagai acuan suatu nilai

Read More
TRUSTMEDIS
© Copyright 2022 Trustmedis Indonesia
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram