Aplikasi Fasilitas Kesehatan
6 January 2022
Wanda Putri

Hipoglikemia (Hypoglycaemia), atau dapat disebut juga dengan penyakit gula darah rendah, adalah kondisi dimana kadar gula darah (Glukosa) berada di bawah ambang normal. Padahal glukosa adalah sumber utama untuk tubuh mendapatkan energi.

Lalu bagaimana jika kadar glukosa darah di bawah normal?

Penyakit ini berhubungan erat dengan penderita diabetes, namun pada kasus tertentu, Hipoglikemia juga dapat menyerang orang non-diabetes jika orang tersebut sedang mengonsumsi obat dan berada di kondisi tertentu yang menyebabkan gula darah menurun drastis.

Pada dasarnya, Hipoglikemia dapat terjadi pada semua orang tetapi kemungkinan besar untuk orang non-diabetes sangatlah jarang, namun terdapat beberapa alasan mengapa Hipoglikemia dapat terjadi pada seseorang. Seperti:

  • Pengaruh obat-obatan, khususnya penderita diabetes yang mendapat suntikan insulin dalam jumlah yang banyak.
  • Melupakan atau menunda jam makan.
  • Malnutrisi atau sedang berpuasa.
  • Tidak memakan makanan karbohidrat yang cukup saat jam makan terakhir.
  • Sedang berolahraga yang sangat intens dan terlalu berat.
  • Mengonsumsi alkohol.
  • Terjadi komplikasi-komplikasi saat sedang mengandung.

Berdasarkan WebMD, terdapat dua (2) jenis Hipoglikemia untuk non-diabetes.

  1. Reactive Hypoglycemia: Yang mana dapat terjadi beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi makanan.
  2. Fasting Hypoglycemia: Tipe ini dapat dikaitkan dengan sebuah penyakit atau obat.

 

Hipoglikemia dapat dikategorikan penyakit berbahaya, karena dapat menyerang orang yang sedang tertidur, jika tidak ditangani dengan cepat karena seseorang yang sedang mengalami penyakit ini dapat mengalami: 

  • Kejang
  • Tidak tersadarkan diri
  • Hingga menyebabkan kematian. 

 

Mengutip dari situs National Health System (NHS) milik Inggris, terdapat tanda-tanda dari ringan hingga berat ketika seseorang mengalami Hipoglikemia. Gejala ringan seperti:

  • Berkeringat
  • Kecapaian
  • Pusing seperti Vertigo
  • Merasa lapar
  • Pucat
  • Mudah merasa cemas, moody, dan menagis
  • Bibir Kesemutan
  • Detak jantung menjadi cepat

 

Jika tanda-tanda yang disebutkan di atas tidak ditangani dengan segera, penderita akan mengalami fase gejala berat seperti:

  • Merasa lemah
  • Penglihatan menjadi buram
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Merasa ngantuk
  • Berbicara tidak jelas, seperti orang mabuk
  • Kejang
  • Tidak sadarkan diri

Untuk tanda-tanda dari gejala Hipoglikemia ini dapat berbeda dari satu orang dengan orang lainnya, bergantung pada seberapa rendah gula darah pada orang tersebut. Tetapi, pada kasus yang ekstrim, Hipoglikemia dapat menyebabkan seseorang tidak sadar dan dapat mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menghimbau untuk memberikan glukosa intravena dengan pengawasan dokter untuk penderita yang tidak tersadarkan diri. Kemenkes RI juga menyarankan untuk mengantisipasi gula darah yang turun drastis baik pada penderita diabetes maupun non-diabetes, terutama pada orang tua dan anak-anak.

Berdasarkan NHS Inggris, terdapat 4 cara penanganan jika seseorang yang menderita Hipoglikemia sedang berada di kondisi tidak tersadar. Seperti:

  1. Posisikan orang tersebut seperti di posisi recovery dan jangan menaruh apapun di dalam mulut penderita, agar tidak tersedak.
  2. Panggil ambulans jika tidak mempunyai suntikan Glucagon; tidak mengetahui cara menggunakan; atau jika penderita Hipoglikemia mengonsumsi alkohol sebelumnya.
  3. Jika suntikan Glucagon tersedia dan memahami cara penggunaanya, dapat diberikan langsung.
  4. Dalam waktu 10 menit setelah pemberian suntikan Glucagon, jika penderita merasa lebih baik dapat diberikan minum atau makanan yang mengandung karbohidrat. Namun jika dalam waktu 10 menit tidak ada perubahan, dapat memanggil ambulans segera.

 

Sesungguhnya, penyakit ini dapat dicegah dan pencegahannya pun sangatlah gampang. Terdapat beberapa cara efektif untuk mencegah penyakit ini terjadi, seperti:

  • Jangan melewati atau melupakan jam makan.
  • Mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung gula tinggi. Seperti susu, permen, dan biskuit.
  • Selalu membawa suntikan Glucagon.
  • Berhati-hati saat mengonsumsi alkohol, jangan meminum dalam jumlah yang banyak.
  • Memakan makanan ringan yang mengandung karbohidrat rendah atau gula sebelum berolahraga.

 

Seseorang yang mempunyai menderita diabetes, dicurigai sedang mengalami hipoglikemia, atau tidak mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan ketika gula darah sudah rendah disarankan untuk segera menemui dokter.

Apakah hipoglikemia termasuk dalam 10 penyakit terbanyak di faskes Anda? Atau faskes Anda belum pernah membuat laporan 10 penyakit terbanyak karena pasien di faskes Anda banyak?

Modul rekam medis dalam HIS Trustmedis dapat membantu faskes Anda dalam analisis dan membuat laporan 10 diagnosa penyakit terbanyak. Ingin tahu lebih lanjut?

Coba GRATIS aplikasi sekarang! Klik tombol di bawah ini ⏬

COBA GRATIS HIS Trutmedis

Baca Juga: Cara Mengembangkan Klinik Dengan Aplikasi Booking Online
Ikuti social media kami
Follow by Email1k
Facebook3k
YouTube5k
YouTube
LinkedIn2k
LinkedIn
Share
Instagram7k

Artikel terbaru

Lihat semua artikel
27 January 2022
Keunggulan HIS Trustmedis sebagai Aplikasi Rumah Sakit
Aplikasi rumah sakit - Peralihan operasional manual di rumah sakit ke sistem digital (aplikasi rs online) memang tidak semudah membalikkan tangan, namun implementasi aplikasi rs bukan suatu ketidakmungkinan. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan owner atau direksi faskes, Kenapa pakai sistem digital kalau staff sudah memiliki kualitas dan keahlian untuk menjalankan operasional faskes secara manual? [...]
Read More
25 January 2022
BPJS PCare Apa dan Kegunaannya?
BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di Indonesia dengan membentuk BPJS PCare dan resmi beroperasional pada tahun 2014.   Primary Care (PCare) adalah salah satu aplikasi dari BPJS Kesehatan yang menawarkan faskes tingkat pertama, seperti puskemas; klinik; praktek dokter mandiri; ataupun laboratorium rujukan peserta BPJS Kesehatan. Fungsi PCare telah sesuai dengan kebutuhan akses data [...]
Read More
22 January 2022
BPJS Aplicare 101!
42 adalah jumlah Rumah Sakit di Surabaya yang terintegrasi dengan BPJS Aplicare, yang terdiri dari: 41 Rumah Sakit telah mengupdate ketersediaan kamar secara rutin, 1 Rumah Sakit sedang proses integrasi data dan sistem.   Merupakan bentuk keterbukaan informasi tentang faskes baik tingkat 1 maupun tingkat lanjut, sistem ini dapat diakses oleh publik dan dapat diakses [...]
Read More
TRUSTMEDIS
© Copyright 2021 Trustmedis Indonesia
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram