8 January 2022
chanafi@trustmedis.co.id

Seorang dokter harus memiliki ketrampilan untuk menuliskan resep. Resep dokter bertujuan untuk memudahkan pelayanan kesehatan, mencapai target terapi pasien sesuai indikasi, dan mengurangi risiko kesalahan pemberian obat.

 

Apa definisi resep dokter?

Resep dokter adalah dokumen resmi yang ditulis dokter kepada apoteker, baik dalam bentuk kertas maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat kepada pasien sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dokter merespkan obat sesuai dengan kebutuhan pasien setelah dilakukan assessment dan diagnosa.

 

Penulisan resep mengikuti kaidah dan peraturan yang berlaku. Dokter harus menuliskan resep secara jelas, lengkap, mudah dibaca, dan mudah dimengerti. Terdapat komponen resep dokter yang wajib ada dalam resep, yaitu:

  1. Identitas dokter

Identitas yang harus ada dalam resep mencakup nama dokter, nomor Surat Izin Praktek (SIP), alamat praktek dan kota, tanggal penulisan resep, dan paraf dokter. Hari dan jam praktek dokter dapat dilengkapi jika ada. Identitas dokter ini biasanya tercetak di bagian atas blanko resep.

  1. Identitas pasien

Data atau identitas pasien merupakan komponen resep dokter yang krusial karena menjadi acuan apoteker dalam memastikan bahwa obat akan diterima oleh pasien yang bersangkutan. Nama pasien, umur, jenis kelamin, berat badan, alamat, dan nomor telepon. Format pengisian identitas biasanya telah tercetak pada blanko resep, sehingga dokter tinggal mengisi saja.

  1. Informasi obat

Komponen resep dokter yang berisi informasi tentang obat yang diresepkan dokter merupakan inti dari resep. Terdapat dua bagian, yaitu:

  • Simbol R/ (recipe = ambil)

Setelah simbol R/ diikuti dengan nama obat (generik atau paten), bentuk sediaan, dosis obat, dan jumlah obat yang diberikan.

  • Simbol S (signa = tandai)

Simbol S mengandung cara dan aturan pakai obat, seperti waktu minum obat pag, siang, atau malam, jumlah obat yang diminum (1 kapsul, 1 tablet, 1 sendok teh, dsb), berapa kali obat diminum (1 kali sehari, 3 kali sehari, dsb), obat diminum sebelum, saat, atau setelah makan, cara penggunaan obat (diminum, dioleskan, dsb), dan informasi tambahan lainnya misal obat harus dihabiskan, obat hanya diminum jika perlu.

  1. Legalitas

Jaminan keaslian resep adalah terdapat tanda penutup garis dan tanda tangan/paraf dokter penulis resep.

Terlebih, resep dokter bersifat rahasia, sehingga hanya boleh diperlihatkan kepada pasien dan orang yang merawat (perawat, keluarga, care taker. Maka dari itu, resep dilarang untuk diberikan kepada orang lain termasuk keluarga untuk menghindari penyalahgunaan.

Siapa yang bertanggung jawab atas resep?

Dokter dan apoteker adalah pihak yang bertanggung jawab atas resep dan obat yang diterima pasien. Jika terjadi kesalahan karena penulisan dan/atau penyerahan obat, maka kedua pihak tersebut akan dikenakan sanksi hukum. Sanksi hukum yang diterima berupa peringatan lisan, tertulis, penghentian praktek sementara hingga pencabutan surat izin praktek dokter ataupun apoteker jika terbukti melanggar hukum.

Selain itu, komponen resep dokter yang telah disebutkan di atas juga berlaku untuk resep yang dituliskan dokter secara elektronik.

Bagaimana cara membuat resep elektronik?

Sistem HIS Trustmedis dapat mengakomodasi resep elektronik untuk faskes Anda. Bisa dipastikan resep elektronik yang dibuat dari sistem HIS Trustmedis telah memenuhi syarat komponen resep dokter sesuai dengan permenkes yang berlaku. Oleh karena itu, jika faskes Anda sedang mencari aplikasi untuk membuat resep dokter elektronik, hubungi sales representative kami untuk coba GRATIS aplikasi!

Klik tombol di bawah ini ⏬⏬⏬

COBA GRATIS HIS Trutmedis

Baca juga tentang keuntungan menggunakan resep elektronik >> https://trustmedis.com/mengurangi-kesalahan-pembacaan-resep-dengan-e-resep/
Ikuti social media kami
[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]

Artikel terbaru

Lihat semua artikel
21 April 2022
5 Tips Sukses Bisnis Klinik Kecantikan di Era Digital
Bisnis Klinik Kecantikan Menjadi Peluang yang Menjanjikan Bisnis di industri kecantikan adalah salah satu bidang yang memiliki peluang usaha yang bagus dari waktu ke waktu. Menilik data dari Badan Pusat Statistika (BPS), bahwa pendapatan industri kecantikan mencapai Rp. 99,33 T pada tahun 2020. Dimana angka tersebut naik 2,29 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak [...]
Read More
31 March 2022
Menilik Potensi Digital Health Bagi Layanan Kesehatan
Mengutip dari “Blueprint For Digital Health Transformation Strategy Indonesia 2024”, permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia adalah: Setidaknya 270 juta data Informasi medis masih tercatat secara manual. Banyaknya penyedia layanan kesehatan yang mengelola data kesehatan. Jutaan resep masih berdasarkan informasi individu yang tertulis di kertas. Banyaknya aplikasi kesehatan yang masih berdasarkan informasi individu. Tenaga kesehatan tidak [...]
Read More
29 March 2022
4 Keuntungan dari Patient-Centered Care
Patient-Centered Care (PCC) berfokus pada pasien dan kebutuhan individual khusus tentang layanan kesehatan, PCC dibutuhkan dan lahir untuk keamanan pasien.   Di Patient-Centered Care, kebutuhan spesifik individu dan hasil yang diinginkan merupakan alasan dibalik keputusan layanan kesehatan dan mengukur kualitas. Tujuan dari Patient-Centered Care adalah untuk mendorong pasien agar lebih aktif saat perawatan.   Namun, [...]
Read More
TRUSTMEDIS
© Copyright 2022 Trustmedis Indonesia
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram