Layanan kesehatan adalah salah satu fasilitas umum yang diperlukan oleh setiap orang. Untuk mendapat kelayakan sebagai layanan kesehatan, maka kenyamanan untuk pasien juga harus diberikan. Tidak hanya pelayanan kesehatan yang lengkap saja, tapi juga ketersediaan fasilitasnya. Grafik Barber Johnson sangat diperlukan untuk memenuhinya.

Tapi, apa itu grafik Barber Johnson dan apa manfaatnya untuk layanan kesehatan? Grafik Johnson merupakan metode yang perlu untuk dicoba. Parameter dan indikator untuk memberikan kenyamanan pada pasien sangat mungkin diberikan dengan metode tersebut.

Inilah Penjelasan Mengenai Apa itu Grafik Barber Johnson dan Apa Manfaatnya!

Efisiensi penggunaan tempat tidur sangat diperlukan untuk memberikan kenyamanan di bangsal perawatan pasien. Pada tahun 1973, Barry Barber., M.A., PhD., Finst P., AFIMA bersama David Johnson, M.Sc merumuskan dan memadukan empat parameter untuk memantau dan menilai efisiensi tersebut.

Secara umum, grafik Barber Johnson adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan rumah sakit. Untuk memperoleh grafik Barber Johnson, diperlukan beberapa data statistik rumah sakit. Rekam medis pasien tentu saja sangat diperlukan dalam hal ini.

Adapun empat garis bantu yang digunakan pada grafik Barber Johnson :

  1. TOI akan menjadi sumbu horizontal
  2. AvLOS akan menjadi sumbu vertikal
  3. Garis bantu BOR (garis yang ditarik dari pertemuan sumbu horizontal dan vertikal atau titik 0,0 dan akan membentuk seperti kipas).
  4. Garis bantu BTO (garis yang ditarik dan menghubungkan posisi nilai AvLOS dan TOI).

BOR (BEd Occupancy Rate), AvLOS (Average Length Of Stay), TOI (Turn Over Interval), dan BTO (Bed Turn Over) di atas akan dipadukan dan berwujud garis pada grafik Barber Johnson. Berikut penjelasan mengenai keempat parameter tersebut!

BOR (Bed Occupancy Rate)

BOR ialah angka yang menunjukkan persentase tingkat penggunaan tempat tidur pada satuan waktu di bangsal (Unit Rawat Inap). Idealnya, standar nilai berdasarkan Barber Johnson untuk BOR ialah 70% hingga 80% (Source : Kemenkes RI). Apabila nilainya lebih tinggi dari 85%, maka pelayanan yang dijalankan kurang efektif.

Berikut sebab kurang efektifnya ialah :

  1. Tingginya beban kerja.
  2. Ruang kerja terbatas namun penggunaan tempat tidur berlangsung terus-menerus.
  3. Meningkatnya kualitas pasien memperoleh perawatan yang layak.
  4. Memperpanjang masa penyembuhan pasien.

Untuk menghitung BOR yang dicapai oleh bangsal di rumah sakit, bisa menggunakan rumus berikut : BOR = [hari perawatan/(jumlah tempat tidur x periode tersebut)] x 100%. Perlu dicatat bahwa tempat tidur bayi dan tempat tidur ekstra karena bencana dapat dihitung secara terpisah.

CTA SIMRS Trustmedis Terintegrasi

AvLOS (Average Length of Stay)

AvLOS (lama dirawat) adalah jumlah hari kalender dimana pasien mendapatkan perawatan inap di rumah sakit. Dihitungnya sejak tercatat sebagai pasien (admisi) hingga keluar (discharge). Keluarnya pasien bisa dalam keadaan hidup atau mati. Nilai idealnya ialah kurang lebih 3-12 hari.

Adapun rumus untuk menghitung AvLOS ialah : AvLOS = jumlah lama dirawat/[pasien keluar x (hidup + mati)].

Pada umumnya rumah sakit memisahkan perhitungan AvLOS pasien dewasa dan anak-anak dengan bayi baru lahir. Hal itu karena untuk menjaga agar pehitungan AvLOS lebih akurat.

TOI (Turn Over Internal)

TOI adalah data yang menunjukkan rata- rata jumlah hari sebuah tempat tidur tidak ditempati pasien (hari kosong). Biasanya hari kosong ini terjadi antara saat tempat tidur ditinggalkan oleh seorang pasien hingga digunakan kembali oleh pasien lain. Idealnya, nilai TOI ialah kisaran 1-3 hari.

Rumus untuk menghitung TOI ialah TOI = [(jumlah tempat tidur x periode) - hari perawatan]/jumlah pasien keluar.

BTO (Bed Turn Over)

BTO atau Throughput ialah rata-rata jumlah pasien yang menggunakan setiap tempat tidur dalam periode tertentu. Nilai BTO sangatlah membantu dalam menilai tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit. Hal ini dikarenakan dalam dua periode bisa saja didapat nilai BOR yang sama tapi dengan nilai BTO yang beda.

Idealnya, nilai BTO minimal ialah 30 pasien dalam periode setahun. Atau jika dijelaskan secara rinci, setiap tempat tidur idealnya digunakan sebanyak 30 pasien selama setahun, dengan rata - rata waktu perawatan 12 hari. Nilai ideal BTO ini selaras dengan nilai standar ideal AvLOS. Rumus untuk menghitung BTO ialah : BTO = pasien keluar/jumlah tempat tidur tersedia.

Nah, setelah Anda mengetahui apa yang dimaksudkan sebagai grafik Barber Johnson, maka Anda juga harus tahu apa manfaatnya bagi layanan kesehatan. Simak ulasan selanjutnya agar Anda mengetahui secara lengkap apa itu grafik Barber Johnson dan apa manfaatnya!

Baca Juga : Bridging HIS Trustmedis dengan BPJS

Manfaat Grafik Barber Johnson

Dengan menggunakan grafik Barber Johnson, Anda tentunya akan mendapat manfaat maksimal guna meningkatkan kelayakan dan efisiensi fasilitas yang diberikan di rumah sakit Anda sebagai layanan kesehatan yang bermutu. Berikut manfaat grafik Barber Johnson tersebut!

  1. Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur di bangsal dari suatu unit dalam periode tertentu dari waktu ke waktu.
  2. Memonitor perkembangan pencapaian target efisiensi penggunaan tempat tidur di bangsal yang telah ditentukan dalam suatu periode tertentu.
  3. Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur antar unit dalam periode tertentu dan memantau dampak dari suatu penerapan kebijakan terhadap efisiensi penggunaan tempat tidur di bangsal.
  4. Mengecek kebenaran laporan hasil perhitungan empat parameter efisiensi penggunaan tempat tidur di bangsal.
  5. Meneliti akibat perubahan kebijakan, seperti perubahan dalam bentuk relokasi tempat tidur di bangsal atau memperpendek length of stay, dan lainnya.

Permudah Analisis Barber Johnson dengan Trustmedis

Penghitungan grafik Barber Johnson untuk mengukur efisiensi dengan beberapa parameter kelayakan rumah sakit pun bisa dilakukan dengan mudah melalui fitur yang disediakan Trustmedis. Anda tidak lagi akan kesulitan menghitungnya, karena ini merupakan salah satu fitur pengelolaan yang dimiliki oleh aplikasi layanan kesehatan ini.

Trustmedis menyediakan laporan indikator statistik rumah sakit, Anda dapat melihat Informasi statistik rumah sakit yang bisa digunakan untuk perencanaan pendapatan dan pengeluaran dari pasien.
Data di rumah sakit akan dikumpulkan setiap hari dari pasien rawat inap dan rawat jalan, data tersebut digunakan untuk memantau perawatan pasien setiap hari, minggu atau bulan.

Menu Barber Johnson

Menu Barber Johnson

Dengan fitur Barber Johnson dari Trustmedis, Anda dapat menampilkan laporan selama 1 periode (12 bulan).

Tampilan GBJ

Contoh Tampilan GBJ

Efisiensi Rumah sakit Anda tentu saja akan meningkat dalam kelayakan fasilitasnya. Setiap pasien sudah pasti akan nyaman dan bisa ditangani dengan lebih efektif ketika Anda menggunakan Trustmedis.

Tunggu apalagi? Gabung dengan kami sekarang juga, dan dapatkan perhitungan dari apa itu grafik Barber Johnson dan apa manfaatnya dengan mudah sekarang juga. Jadilah Rumah Sakit terbaik dengan fasilitas yang bermutu!

Coba Gratis Sekarang

Artikel terbaru

Lihat semua artikel
30 January 2023
Pendaftaran Pasien Mandiri dengan E-Kios, Bebas Antrean!

Penggunaan sistem E-Kios pada faskes Anda dapat mengurangi antrean pasien secara signifikan pada saat melakukan pendaftaran

Read More
9 January 2023
Fitur daftar pasien titip kamar rawat inap

Konsep kelas rawat inap standar JKN diharapkan peserta JKN dapat merasakan pelayanan yang adil baik itu pelayanan medis ataupun non-medis

Read More
6 December 2022
Integrasi Data untuk Pelayanan Kesehatan

Data merupakan hal penting untuk meningkatkan layanan kesehatan. Integrasi data kesehatan memudahkan untuk mengakses data yang dibutuhkan

Read More
TRUSTMEDIS
© Copyright 2022 Trustmedis Indonesia
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram