Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Mengetahui Penimbun Alkes Saat Wabah? Ini yang Harus Anda Lakukan!

Alkes seperti masker dan alkohol menjadi langka karena panic buying dan penimbunan. Ketahui apa yang bisa Anda lakukan bila menemukannya.
4 Menit Baca
Oleh Baskoro Aris Sansoko
Diterbitkan 30 Maret 2020

Poin Utama

  • Masker, alkohol, hand sanitizer, dan sarung tangan menjadi langka di pasaran dan harganya melonjak.
  • Kelangkaan alat kesehatan disebabkan oleh panic buying dan juga oleh penimbunan.
  • Penimbunan alkes dapat dilaporkan ke polisi daerah setempat, dengan menyebut lokasi kejadian dan pelakunya.

Akhir-akhir ini, masker menjadi barang kesehatan yang langka di pasaran. Hanya sedikit apotek dan toko yang menjual masker. Itu pun harga jualnya melonjak tajam, bisa sampai lima kali lipat dari biasanya. Menyusul kemudian alkohol, hand sanitizer, sarung tangan, dan alcohol swabs yang jelas-jelas merupakan alat kesehatan (alkes). Penimbun alkes memanfaatkan keadaan dan sengaja menahan barang agar mendapat keuntungan selangit.


Tumpukan masker medis pelindung wajah

Foto: Pexels

Berawal dari anjuran WHO untuk lebih melindungi diri

World Health Organization (WHO) memang telah mengeluarkan anjuran bagi masyarakat dunia untuk menjaga kesehatan diri demi menekan laju penyebaran virus corona. Beberapa anjuran yang dikeluarkan WHO antara lain adalah social distancing membatasi diri ke luar rumah, rajin mencuci tangan setelah dari luar, memakai masker ketika sakit, menutup mulut dan hidung pakai bagian lengan dalam saat bersin. WHO juga menyarankan untuk tidak sering menyentuh area wajah, seperti memegang hidung, mulut, dan mata.

Masyarakat melakukan panic buying

Anjuran dari badan kesehatan dunia tersebut ternyata memiliki dampak buruk di masyarakat. Banyak yang kemudian panic buying dan memborong semua alat kesehatan yang dianjurkan untuk dipakai selama masa perlindungan diri. Contohnya seperti masker untuk melindungi area mulut dan hidung dan sabun cuci tangan dan hand sanitizer untuk sterilisasi tangan.

Baru-baru ini masyarakat juga ramai memborong alcohol swabs, sarung tangan lateks, alkohol cair, dan klorokuin yang sebenarnya alat kesehatan penting. Ini disebabkan adanya beberapa orang yang menggunakan alat kesehatan ini untuk sterilisasi diri dan barang-barang di sekitar. Padahal, jika barang-barang ini diborong dan habis, petugas kesehatan, dokter, perawat, dan orang sakit yang membutuhkan, akan berada dalam kesulitan.

Kelangkaan alkes terjadi

Sebab banyak alat kesehatan yang diborong, stok di pasar pun sangat menipis. Masyarakat yang tidak tahu betapa pentingnya semua alat kesehatan tersebut, membeli dalam jumlah banyak dan menyebabkan kelangkaan. Padahal, alcohol swabs bukanlah alkes untuk membersihkan smartphone. Ini adalah alkes yang dipakai sebelum injeksi. Penderita diabetes yang harus rutin suntik insulin, sangat butuh alkes ini.

Begitu juga dengan sarung tangan lateks dan alkohol yang sangat dibutuhkan petugas kesehatan dalam menangani pasien. Jika stok dua alkes ini menipis, bayangkan betapa banyak nyawa petugas medis berada di ujung tanduk karena menangani pasien corona dengan tanpa perlindungan diri. Mereka lebih butuh alat kesehatan ini dibanding masyarakat biasa. Jadi stop panic buying atau memborong dalam jumlah banyak.

Penimbun alkes memanfaatkan kesempatan

Selain karena panic buying, kelangkaan stok alkes juga karena adanya penimbun alkes. Mereka sengaja membeli dalam jumlah banyak, menahannya, dan menjual lagi dengan harga yang melambung. Penimbunan akan menyebabkan kelangkaan, di mana banyak pihak yang benar membutuhkan tidak dapat akses untuk alkes ini. Kenaikan harga juga mengacaukan kondisi ekonomi. Harga alat kesehatan jadi tidak seimbang dan memberatkan masyarakat. Penimbun alkes benar-benar sebuah tindakan yang tak patut dicontoh.

Yang harus dilakukan saat mengetahui kecurangan

Sebagai orang yang masih memiliki rasa kemanusiaan dan hati nurani, sudah seharusnya Anda menghentikan adanya penimbun alkes ini. Termasuk, jangan jadi satu di antaranya. Anda bisa laporkan kepada polisi agar kegiatan penimbunan segera ditindaklanjuti. Anda bisa membuat pengaduan ke polisi daerah setempat jika benar menemukan oknum penimbun alkes. Laporkan di mana kejadian tersebut, dan yang mana oknumnya. Dengan begitu, Anda sudah ikut menyelamatkan banyak nyawa.

Jika Anda jauh dari kantor polisi terdekat, atau tidak tahu bagaimana yang harus dilakukan saat pelaporan, Anda bisa hubungi kantor polisi yang ada di daerah. Katakan bahwa Anda menemukan adanya penimbunan alat kesehatan, atau dicurigai melakukan penimbunan. Polisi dan pemerintah saat ini juga tengah aktif operasi pasar untuk menghindari kelangkaan, penimbunan, dan peningkatan harga jual. Jadi, mari bekerja sama melawan penimbunan.

Pandemi virus corona adalah musibah yang harus dihadapi bersama. Jangan saling egois, jangan mementingkan diri sendiri. Jadilah manusia yang memanusiakan orang lain. Tolong menolong dan salingbantu. Itu semua tidak akan membuat Anda miskin atau susah. Laporkan tindakan penimbun masker, dan mari selamatkan banyak nyawa. Stay healthy!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud penimbun alkes?

Orang yang sengaja membeli alat kesehatan dalam jumlah banyak, menahannya, lalu menjualnya lagi dengan harga yang melambung.

Ke mana penimbunan alat kesehatan dilaporkan?

Ke polisi daerah setempat. Laporkan lokasi kejadian dan oknum yang dicurigai melakukan penimbunan.

Mengapa alcohol swabs dan sarung tangan lateks tidak sebaiknya diborong?

Alcohol swabs dipakai sebelum injeksi dan dibutuhkan penderita diabetes yang rutin suntik insulin, sedangkan sarung tangan lateks dibutuhkan petugas kesehatan saat menangani pasien.

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right