Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Tingkat Kematian Virus Corona Dibandingkan Penyakit Wabah Lain

Perbandingan tingkat kematian virus corona dengan influenza 1918, SARS, H1N1, Ebola, dan tuberkulosis menurut data yang disebut dalam artikel.
3 Menit Baca
Oleh Baskoro Aris Sansoko
Diterbitkan 17 Maret 2020

Poin Utama

  • Artikel membandingkan tingkat kematian virus corona dengan influenza 1918, SARS, H1N1, Ebola, dan tuberkulosis.
  • Menurut artikel, tingkat kematian SARS mencapai 15 persen dari sekitar 8000 orang yang terinfeksi.
  • Artikel menyimpulkan tingkat kematian virus corona relatif rendah dibandingkan penyakit lain yang dibahas, tetapi kewaspadaan tinggi tetap diperlukan.

Corona adalah penyakit yang sedang berkembang di seluruh dunia, dan telah menjangkit banyak orang di berbagai negara. Lantas, bagaimanakah perbandingan tingkat kematian virus corona yang pertama kali di identifikasi di Wuhan, China ini dengan penyakit wabah lainnya? Berikut ulasannya.


Peneliti memeriksa sampel dengan mikroskop di laboratorium

Foto: Pexels

Tingkat Kematian Influenza 1918

Dibandingkan dengan tingkat kematian virus corona, tingkat kematian penyakit infeksi influenza pada tahun 1918 jauh lebih tinggi, bahkan mencapai sepertiga penduduk dunia dengan angka kematian tinggi ada pada penduduk berusia dibawah 20 tahun serta di atas 40 tahun. Faktor utama yang menjadi penyebab tingginya angka kematian influenza 1918 adalah karena kurangnya teknologi yang mumpuni untuk mendeteksi penyebab dari penyakit tersebut, sehingga tidak adanya vaksin atau antivirus yang bisa menangkalnya.

Tingkat Kematian SARS

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah penyakit pada pernapasan dengan media penularan yang hampir serupa dengan penyakit corona, yakni melalui cairan pernapasan. Meskipun begitu, SARS memiliki tingkat penularan yang cukup rendah, dan tidak mampu menular dengan cepat layaknya Corona. Tingkat kematian SARS mencapai 15 persen dari sekitar 8000 orang yang terinfeksi, lebih tinggi dari tingkat kematian virus corona, dan tingkat kematian SARS tertinggi terdapat pada pasien berusia diatas 60 tahun. Pandemik SARS berlangsung dari November 2002 dan mereda pada Juli 2003.

Tingkat Kematian H1N1

H1N1 atau dikenal dengan nama flu babi adalah pandemic yang dimulai pada tahun 2009 dan menular dengan cepat. Angka kematian dari penyakit ini cukup tinggi yakni lebih dari 200 ribu orang di dunia dengan tingkat kematian tinggi ada pada anak-anak, dan merenggut sekitar 12 ribu orang lebih di Amerika. Pandemi dari flu babi dimulai pada Januari 2009 dan berakhir pada Agustus 2010 dengan ditemukannya vaksin. Selain itu, sebagian besar pasien sembuh tanpa komplikasi apapun dari vaksin yang telah mereka konsumsi.

Tingkat Kematian Ebola

Ebola juga merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tinggi dibanding dengan tinkat kematian virus corona, yakni mencapai 50 persen dari orang yang terjangkit. Dari sekitar 28 ribu kasus, lebih dari 11 ribu pasien meninggal dunia. Namun, media penularannya melalui cairan tubuh seperti keringat dan darah, sehingga penularannya tidak secepat virus corona. Selain itu, gejala nya yang mudah diidentifikasi juga memudahkan dokter dan pihak medis dalam melakukan proses isolasi dan penyembuhan.

Tingkat Kematian Tuberkulosis

Penyakit tuberculosis (TB) adalah penyakit yang juga menyerang sistem pernapasan. Lain halnya dengan corona yang diakibatkan oleh virus, penyebab dari TB adalah bakteri yang menginfeksi paru-paru penderita. Berdasarkan data dari WHO, tingkat kematian dari penderita TB bagi orang yang tidak menderita HIV adalah sekitar 3% dari penduduk dunia per tahun, dan tentunya lebih tinggi dibanding angka kematian virus corona. Namun, angka kematian ini semakin berkurang dan menurun dari 1,5 juta orang di dunia per tahun menjadi kurang lebih 2 juta orang.Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat TB masih cukup tinggi. Bahkan, pada 2017 lalu, Indonesia menjadi negara ketiga dengan kasus TB terbesar di dunia.

Tingkat Kematian Virus Corona

Penyakit COVID-19 atau corona masih berkembang hingga saat ini, namun sejauh ini terdapat sekitar 127 ribu orang yang telah terinfeksi di seluruh dunia, dengan angka kematian virus corona sekitar 5000 orang. Grup umur yang paling rentan mengalami kematian adalah orang dewasa dengan usia diatas 65 tahun. Namun, seseorang yang terinfeksi dapat dengan mudah menularkan ke orang sehat lainnya, sehingga diperlukan karantina untuk menghindari penyebaran penyakit corona.

Berdasarkan data diatas, maka sebenarnya tingkat kematian virus corona masih relatif rendah dibandingkan dengan penyakit mematikan lainnya seperti influenza 1918, ebola, TB dan flu babi. Namun, diperlukan kewaspadaan tinggi agar orang yang terinfeksi dapat pulih serta tidak menularkannya ke orang lain.

Apabila Anda khawatir diri Anda atau pasien Anda memiliki virus corona, deteksi dini dengan klik link berikut ini. Semoga bermanfaat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana tingkat kematian virus corona dibandingkan SARS?

Menurut artikel, tingkat kematian SARS lebih tinggi daripada virus corona, tetapi SARS memiliki tingkat penularan yang cukup rendah dan tidak menular secepat corona.

Kelompok usia mana yang paling rentan meninggal akibat corona menurut artikel?

Artikel menyebut kelompok umur yang paling rentan mengalami kematian adalah orang dewasa di atas 65 tahun.

Mengapa orang yang terinfeksi corona perlu dikarantina?

Karena menurut artikel, seseorang yang terinfeksi dapat dengan mudah menularkan virus ke orang sehat lainnya.

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right