Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Panduan Rawat Jalan Pasien Corona

Penjelasan apakah pasien corona bisa menjalani rawat jalan, perbedaannya dengan status ODP, serta gejala yang disebut dalam artikel ini.
4 Menit Baca
Oleh Baskoro Aris Sansoko
Diterbitkan 23 Maret 2020

Poin Utama

  • Menurut artikel, tidak ada panduan rawat jalan bagi pasien corona positif; mereka dirawat di ruang isolasi rumah sakit.
  • Panduan rawat jalan mungkin didapat pasien berstatus orang dalam pengawasan (ODP), yang diminta karantina mandiri di rumah.
  • Tidak semua gejala yang mirip flu berarti infeksi covid-19; bila gejala tak kunjung sembuh, periksa ke rumah sakit rujukan.

Jumlah pasien corona yang ada di Indonesia kini angkanya telah ratusan. Bukan tidak mungkin, angka ini makin bertambah. Sebab, masih banyak interaksi yang dilakukan antar masyarakat Indonesia dan faktor penyebaran virus yang memang sangat cepat. Bagi masyarakat yang sehat, memang diminta untuk sementara tetap tinggal di rumah. Sedangkan, untuk yang positif terinfeksi, rumah sakit sudah menyiapkan prosedur perawatan pasien corona. Namun, mungkinkah ada panduan rawat jalan pasien corona?


Tangan dokter memegang buku catatan dan pulpen

Foto: Pexels

Tentang virus corona

Virus corona atau covid-19 yang mulanya berasal dari Wuhan, China ini tidak diketahui seperti apa pembentukan dan penyebarannya. Corona adalah virus jenis baru yang awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Di Wuhan sendiri, penyebaran covid-19 sangat cepat. Dalam beberapa hari, bahkan jam, sudah ratusan orang terinfeksi. Penularan pun mulai menjalar dari manusia ke manusia. Hingga akhirnya, covid-19 menjadi pandemi yang mewabah hampir di seluruh negara.

Gejala infeksi virus Covid-19

Meski tergolong virus jenis baru, namun covid-19 ini memiliki gejala infeksi yang mirip dengan flu dan pneumonia. Pasien akan merasakan gejala batuk, pilek, hidung tersumbat dan berair, tenggorokan terasa sakit untuk menelan, sakit kepala, badan lemas, demam tinggi, serta sesak napas. Gejala ini bisa saja berbeda antar satu pasien dan pasien lainnya.

Tapi tenang saja, tidak semua gejala yang disebut di atas merujuk pada infeksi covid-19. Bisa jadi itu gejala pilek atau flu yang kerap melanda.  Jika Anda tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, tidak kontak dengan orang luar negeri, dan gejala yang timbul bisa hilang dengan pengobatan mandiri, maka tetap tenang, dan jangan panik. Tapi kalau gejala tak kunjung sembuh, Anda bisa segera cek ke rumah sakit rujukan.

Perawatan pasien corona

Bila seorang individu menunjukkan hasil tes positif corona, maka langkah berikutnya yang akan diambil adalah perawatan di rumah sakit dan prosedur isolasi. Ini adalah langkah untuk menghindari penyebaran yang lebih luas, di mana pasien corona akan ditempatkan pada ruang khusus, terbatas, dan terus dipantau. Saat masa isolasi, pasien tidak boleh berinteraksi dengan siapapun, termasuk keluarga terdekat. Ia harus tetap tinggal di ruang isolasi yang disediakan rumah sakit.

Contoh rumah sakit yang menjadi rujukan pasien covid-19, sekaligus memiliki ruang isolasi khusus, adalah RSPI Sulianti Saroso. Rumah sakit ini awalnya memiliki sebelas ruang isolasi khusus, di mana jumlah ini kemudian makin bertambah seiring banyaknya pasien yang terinfeksi. Karena penularan yang cepat serta risiko infeksi yang tinggi, para tenaga medis dan perawat pun harus mengenakan pasien khusus untuk merawat pasien. Sehingga, pasien benar-benar diisolasi agar tidak menularkan virus ke orang lain.

Bisakah rawat jalan pasien corona?

Sebab penularan yang cepat, serta risiko infeksi yang besar, maka tidak ada panduan rawat jalan pasien corona. Individu yang sudah dinyatakan positif, harus tetap tinggal di ruang isolasi rumah sakit untuk menerima perawatan. Tidak ada seorang pun yang boleh berinteraksi dengannya, kecuali tenaga medis yang menangani. Sudah jelas pasien corona tidak bisa menerima panduan rawat jalan karena virus ini berbahaya. Sebab, belum ada vaksin atau pengobatan pasti yang bisa menghilangkan virus ini, serta risiko penularan ke orang lain yang cukup tinggi.

Panduan rawat jalan mungkin bisa didapat pasien ketika ia masih dalam status orang dalam pengawasan (ODP) corona. Ini adalah kondisi di mana pasien menunjukkan gejala mirip corona, namun belum ada hasil tes pasti yang membuktikan. Maka dari itu, ODP biasanya diminta untuk karantina mandiri di ruangan dalam rumah dan mengurangi interaksi dengan orang lain. Jika statusnya sudah jadi pasien positif corona, maka ia akan segera dibawa ke rumah sakit untuk tindakan isolasi dan pengobatan.

Meningkatnya jumlah pasien corona di Indonesia harusnya menjadi alarm bagi diri sendiri untuk tetap menjaga kesehatan. Pastikan untuk membatasi interaksi di luar rumah, rajin cuci tangan selama dua puluh detik, konsumsi makanan sehat, minum vitamin, dan olahraga. Perawatan pasien corona hanya bisa dilakukan dengan isolasi di rumah sakit. Tidak ada panduan rawat jalan. Jadi lebih baik Anda mencegah dengan self-quarantine di rumah dari pada terpapar virus dari luar. Stays healthy!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada panduan rawat jalan untuk pasien corona?

Menurut artikel tidak ada. Pasien yang positif harus tetap di ruang isolasi rumah sakit karena penularan cepat dan belum ada vaksin atau pengobatan pasti.

Apa yang dilakukan pasien berstatus ODP corona?

Artikel menyebut ODP biasanya diminta karantina mandiri di ruangan dalam rumah dan mengurangi interaksi dengan orang lain.

Apa saja gejala infeksi covid-19 menurut artikel?

Artikel menyebut batuk, pilek, hidung tersumbat dan berair, tenggorokan sakit saat menelan, sakit kepala, badan lemas, demam tinggi, dan sesak napas. Gejalanya bisa berbeda antar pasien.

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right