Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Riwayat Diri yang Harus Diperhatikan dalam Deteksi Virus Corona

Riwayat diri sangat penting dalam deteksi virus corona. Sebab, beberapa waktu ke belakang, topik terhangat yang menjadi perbincangan seluruh masyarakat […]
3 Menit Baca
Oleh Baskoro Aris Sansoko
Diterbitkan 30 Maret 2020

Riwayat diri sangat penting dalam deteksi virus corona. Sebab, beberapa waktu ke belakang, topik terhangat yang menjadi perbincangan seluruh masyarakat dunia adalah virus corona atau Covid-19. Pertama kali muncul di Wuhan, China, pada akhir tahun 2019, virus corona setidaknya telah menjangkit 254.653 orang di seluruh dunia, di mana 10.444 orang di antaranya meninggal (per tanggal 20 Maret 2020, pukul 23.21 WIB. Link situs, klik di sini). Ini bukan berarti Covid-19 sangat sangat membunuh, sebab sudah ada 87.351 pasien dari seluruh dunia yang sembuh.

Catatan pembaruan (4 November 2026): Status pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia telah dinyatakan berakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2023, yang mulai berlaku pada 21 Juni 2023. Artikel ini ditulis pada masa awal pandemi, sehingga daftar pertanyaan riwayat diri dan data kasus di dalamnya perlu dibaca sebagai gambaran keadaan pada tanggal penulisannya.


Pria berkonsultasi dengan dokter di klinik

Foto: Pexels

Bagaimana dengan Indonesia? Pada waktu yang sama saat data diambil, sudah ada 369 kasus pasien positif corona dan 32 di antaranya meninggal. 15 lainnya sudah masuk dalam kategori sembuh atau recovered. Anda tentu was-was melihat penularan virus yang sangat masif. Ditambah lagi gejala yang mirip flu dan batuk. Sudah pasti menambah kekhawatiran. Cek kemungkinan terjangkit dengan list pertanyaan dari World Health Organization (WHO) di bawah ini!

WHO merilis daftar pertanyaan untuk deteksi virus corona

Gejala virus Covid-19 yang sangat mirip dengan batuk flu tentu menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di masyarakat. Sebab, jika gejala yang timbul tidak segera diwaspadai dan ditangani, takutnya bisa menyebar dan menulari orang lain. Tapi, terlalu khawatir juga membuat pikiran was-was dan imunitas makin turun.

Nah, supaya Anda tidak bingung serta cemas, bertanya-tanya apakah mungkin gejala sakit yang dialami adalah salah satu corona, berikut riwayat diri yang bisa digunakan untuk deteksi virus corona. Pertanyaan ini dilansir langsung dari WHO.

·         Dalam 14 hari sebelum timbulnya penyakit pasien memiliki salah satu dari berikut:

  1. Riwayat perjalanan ke daerah dengan kasus infeksi Covid-19 yang telah dilaporkan.
  2. Melakukan kontak dekat* dengan kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi atau kemungkinan, sementara pasien tersebut menunjukkan gejala.
  3. Berada di fasilitas kesehatan di mana infeksi Covid-19 telah ditemukan atau ada pasien Covid-19 yang dirawat.
  4. Berada di laboratorium yang menangani sampel Covid-19 yang dicurigai atau dikonfirmasi.
  5. Kontak langsung dengan hewan di negara-negara di mana Covid-19 diketahui beredar di populasi hewan atau di mana infeksi manusia telah terjadi sebagai akibat dari penularan zoonosis yang diduga.

*catatan khusus:

*Kontak dekat  didefinisikan sebagai:

  • Paparan pada perawatan kesehatan, termasuk menyediakan perawatan langsung untuk pasien coronavirus baru, (petugas kesehatan, bekerja dengan petugas kesehatan yang terinfeksi coronavirus baru, mengunjungi pasien atau tinggal di lingkungan yang sama dengan pasien coronavirus baru, atau paparan langsung cairan tubuh atau spesimen termasuk aerosol.) - Bekerja bersama dalam jarak dekat atau berbagi ruang yang sama dengan pasien coronavirus yang baru.
  • Bepergian bersama dengan pasien coronavirus baru dalam segala jenis alat angkut.
  • Tinggal di rumah yang sama dengan pasien coronavirus yang baru.

Bagaimana jika ada faktor risiko muncul?

Bila ada atau hampir semua jawaban dari pertanyaan deteksi virus corona, dari riwayat diri, maka sebaiknya ini yang Anda lakukan:

  1. Tetap berada di rumah jika Anda merasa tidak sehat, atau muncul gejala mirip corona. Bahkan jika gejala ringan; sakit kepala, hidung meler, sedikit batuk, Anda tetap harus karantina mandiri agar tidak menyebarkan virus ke lebih banyak orang.
  2. Segera hubungi petugas medis, rumah sakit rujukan, jika Anda mengalami gejala demam, batuk, dan sulit bernapas. Pastikan telepon dulu jika Anda curiga itu corona, dilihat dari riwayat perjalan. Menelepon akan memberi tahu dulu petugas medis untuk bersiap agar penyebaran tidak semakin luas.

Syukur, jika Anda sehat dan tidak ada riwayat diri yang mengarah positif deteksi virus corona. Namun, jangan lengah dan tetap jaga diri. Hindari kerumunan, tetap tinggal di rumah untuk menghindari penyebaran virus, cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, hindari menyentuh area wajah, bila batuk atau bersin, tutup dengan siku lengan bagian dalam. Menjaga diri sendiri, dan mematuhi imbauan yang diberikan, akan menyelamatkan nyawa Anda dan banyak lainnya!

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right