Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Ketersediaan Obat Dalam Manajemen Apotek

Dalam proses ketersediaan obat juga meliputi beberapa hal seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, pengendalian, pencatatan, hingga pelaporan.
2 Menit Baca
Diterbitkan 25 Februari 2021

Ketersediaan Obat Dalam Manajemen Apotek

Apotek merupakan suatu tempat yang didalamnya terdapat suatu proses kefarmasian. Artinya di dalam apotek terdapat suatu kegiatan seperti distribusi obat, peracikan, penyimpanan, dan pengadaan obat. Tentunya hal tersebut juga termasuk kedalam kelompok manajemen apotek.

Kegiatan Pengelolaan Ketersediaan Obat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika ketersediaan suatu obat didalam apotek merupakan salah satu hal yang masuk kedalam manajemen apotek. Dalam proses ketersediaan obat juga meliputi beberapa hal seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, pengendalian, pencatatan, hingga pelaporan. Berikut ini adalah penjelasannya.

Baca juga : Tingkatkan Jumlah Kunjungan Pasien dengan Layanan Booking Online

  • Perencanaan

Perencanaan persediaan obat di dalam apotik memiliki tujuan agar bisa memenuhi kebutuhan obat dalam jangkauan waktu tertentu. Tentunya dalam tahap ini diperlukan sebuah prosedur yang dilakukan. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Tahap pertama adalah pemilihan obat. Dimana dalam tahap ini dipilih berdasarkan pola obat, pola konsumsi dari masyarakat, budaya, dan kemampuan daya beli.
  2. Tahap rekapitulasi pemakaian obat juga diperlukan, hal ini agar apotek tahu bagaimana respon masyarakat terhadap obat yang dijual.
  3. Perhitungan kebutuhan obat memang sangat diperlukan. Dalam tahap ini dapat diambil dari analisis trend selama jangkauan waktu 3 tahun sebelumnya atau lebih.
  4. Tahap proyeksi kebutuhan merupakan suatu tahap yang mempertimbakan data dari jumlah pemakaian obat dan jumlah ketersediaan stok obat.
  • Pengadaan

Jika tahap perencanaan sudah selesai sesuai dengan prosedur yang berlaku. Maka tahap berikutnya adalah melakukan pengadaan obat tersebut. Dimana tahap ini bisa dilakukan dengan cara pembelian atau pemesanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Penerimaan

Dalam proses penerimaan ini pihak apotek akan melakukan sebuah pengukuran terhadap obat yang datang. Hal ini dilakukan agar pihak apotik mengetahui obat yang dipesan apakah sudah sesuai dengan obat yang dikirim.  

Dalam tahap ini juga ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti mutu obat, jumlah yang dipesan, spesifikasi dari obat, waktu, harga, dan penyerahan.

  • Penyimpanan

Ketika obat sudah sampai di dalam apotik. Maka tahap penyimpanan memang harus diperhatikan dengan baik. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang harus diperhatikan ketika melakukan penyimpanan obat.

  1. Obat harus ditempatkan pada wadah asli pabrik.
  2. Obat harus disimpan pada kondisi yang sesuai dengan anjuran
  3. Dipisahkan sesuai dengan kelas
  4. Pengeluaran obat harus sesui dengan sistem FEFO
  5. Obat seperti Narkotika dan Psikotropika harus disimpan dalam lemari khusus
  • Pemusnahan

Jika jangkauan waktu penyimpanan obat sudah melewati waktu 5 tahun. Maka obat tersebut harus segera dimusnahkan.

  • Pengendalian

Dalam proses pengendalian prose obat diperlukan sebuah kartu stok. Di Dalam kartu stok tersebut memuat nama obat, tanggal kadaluarsa, jumlah pemasukan, jumlah pengeluaran, dan sisa persediaan.

  • Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan dan pelaporan memang sangat diperlukan. Didalam kegiatan ini berisi semua tahap administrasi yang pernah dilakukan. Dengan menggunakan beberapa faktor diatas tentunya management apotek akan lebih terjamin.

Baca juga : Modul Farmasi Trustmedis

Penggunaan SIM Farmasi juga akan mendukung proses layanan pasien, yakni demi membantu proses pengadaan obat, manajemen stok, pemusnahan hingga transaksi obat. Ingin tau lebih detail SIM Trustmedis, yuk jadwalkan demo dan daftarkan faskes anda di  https://trustmedis.com/demo. Atau klik tombol dibawah ini 

Jadwalkan Demo Aplikasi

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right