Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Lama Waktu Tunggu Menentukan Kepuasan Pasien

Waktu tunggu pelayanan kesehatan berkaitan erat dengan kepuasan pasien terhadap suatu faskes.
2 Menit Baca
Diterbitkan 13 Januari 2022

Lama waktu tunggu dan rasa kepuasan pasien sangatlah berkaitan erat antara satu dengan lainnya. 

Waktu tunggu pelayanan kesehatan berkaitan erat dengan kepuasan pasien terhadap suatu faskes. Standar waktu tunggu pasien di poli rawat jalan adalah ≤60 menit (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia [PerMenKes RI], 2008: 129).

Valverde (dalam Purwanto, 2015) mengatakan bahwa, menunggu merupakan suatu interaksi pertama kali yang menghubungkan pelanggan dengan suatu proses layanan.

Sistem kesehatan yang dirancang dengan baik menghasilkan akses yang mudah dan layanan kesehatan tepat waktu.

Namun, bagi pasien, lama waktu tunggu diibaratkan sebagai sebuah penghalang untuk menerima layanan kesehatan. Pasien merasa harus menunggu dalam range waktu yang tidak semestinya. Hal ini dapat menimbulkan stress, baik untuk pasien maupun dokter.

Lama waktu tunggu telah diakui sebagai indikator penting untuk menentukan kualitas pelayanan kesehatan yang ditawarkan oleh faskes.

Di lingkungan layanan kesehatan yang kompetitif, waktu tunggu pasien punya peran penting bagi faskes untuk menarik pelanggan baru. Oleh sebab itu, upaya seharusnya tidak hanya untuk mengurangi waktu tunggu tetapi juga fokus untuk meningkatkan produktivitas di layanan kesehatan. Dengan demikian, pasien tidak perlu menunggu lama untuk menerima pelayanan.

Contohnya, sedikitnya sarana pendukung beserta pendistribusian berkas rekam medik merupakan faktor penyebab lamanya waktu tunggu (Bustani et al., 2015).

Standar waktu tunggu (Permenkes, 2008), adanya SPM Rumah sakit diharapkan dapat menolong pelaksanaan penerapan SPM di rumah sakit. Ini dapat dijadikan panduan bagi pengelola rumah sakit dan faktor tentang melaksanakan perencanaan, pembiayaan, dan pelaksanaan tiap jenis pelayanan.

Maksud dari adanya penentuan lama tunggu adalah, agar terdapat pelayanan rawat jalan spesialistik saat waktu kerja di seluruh rumah sakit dengan gampang dan cepat diakses oleh pasien.

Tujuan dari pemantauan terhadap lama waktu tunggu pasien adalah untuk menarik kesimpulan apakah periode tunggu pasien selama ini lebih atau kurang dari standard yang telah ditentukan.

Kemudian, ada faktor kepuasan. Sebagaimana yang diketahui, waktu tunggu dan kepuasan pasien berhubungan erat dan saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Tujuannya adalah tentang pendapat customer terhadap pelayanan yang di dapat.

Jika pasien selalu menunggu lebih dari standard waktu yang ada hanya akan membuat pasien merasakan emosi, frustasi, dan beralih ke pelayanan kesehatan lain. Sebaliknya, selama ini pasien menunggu kurang dari standard yang ditentukan, akan memberikan rasa kepuasan dan terkesan terhadap pelayanan kesehatan.

Mengikuti permenkes (2008), standard kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan harus ≥ 90 % salah satu indikatornya adalah lama waktu tunggu.

Booking online dan pemantauan antrian dari rumah akan membantu faskes Anda dalam mengatur flow pasien. Selain itu, peningkatan produktivitas layanan kesehatan dapat dicapai dengan menggunakan sebuah sistem pengelolaan faskes yang canggih dan terintegrasi antar satu sama lain. Solusi yang ditawarkan Trustmedis EMR mampu meningkatkan produktivitas pelayanan di faskes Anda agar tidak ada lagi pasien yang menunggu terlalu lama.

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana Trustmedis EMR membantu faskes dalam meningkatkan kepuasan pasien? Lihat demo aplikasinya dulu saja ⏬

 

Baca Juga : 5 Cara Meningkatkan Layanan dan Pengalaman Pasien

Baca juga: "Perkiraan Waktu Pelayanan"dari Booking Online Mengurangi Tumpukan Pasien di Klinik.

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right