Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Wajib Tahu! Ini 3 Metode Manajemen Obat di Rumah Sakit

Manajemen obat di rumah sakit merupakan salah satu aspek krusial yang harus ditangani dengan teliti. Pasalnya aktivitas ini dapat berpengaruh […]
3 Menit Baca
Oleh Ghea Irzaqdiah
Diterbitkan 18 Maret 2025

Manajemen obat di rumah sakit merupakan salah satu aspek krusial yang harus ditangani dengan teliti. Pasalnya aktivitas ini dapat berpengaruh langsung pada keselamatan pasien sekaligus efisiensi biaya operasional.

Oleh karena itu, pihak rumah sakit harus memastikan setiap obat dikelola dengan baik, mulai dari proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi ke pasien. Tanpa sistem kelola yang terorganisir, risiko kesalahan obat dan pemborosan stok bisa terjadi.

Lalu, bagaimana cara mengelola obat di rumah sakit dengan benar? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tahu dulu 3 metode yang sering dipakai untuk menghitung rencana kebutuhan obat berikut ini.

Baca juga: Go Paperless dengan Rekam Medis Elektronik, Yuk! 

Tujuan Manajemen Obat di Rumah Sakit

Secara garis besar, tujuan manajemen obat adalah memastikan ketersediaan dan penggunaan obat secara optimal. Biar lebih jelas lagi, berikut detail tujuan manajemen farmasi yang perlu diperhatikan.

  • Mendapatkan Jenis dan Jumlah Obat Sesuai Kebutuhan

Perencanaan obat rumah sakit adalah modal utama untuk mendapatkan persediaan obat sesuai kebutuhan pasien. 

Untuk melakukan perencanaan, tenaga farmasi dapat mempertimbangkan data epidemiologi, pola penyakit, hingga pedoman terapi yang berlaku. Lewat perencanaan obat yang baik, risiko kekurangan atau kelebihan stok dapat dicegah.

  • Meningkatkan Penggunaan Obat Secara Rasional

Penggunaan obat secara rasional diartikan sebagai obat harus diberikan sesuai indikasi medis dengan dosis yang tepat. 

Dengan manajemen obat yang baik, rumah sakit dapat meningkatkan penggunaan obat secara rasional sekaligus mengurangi risiko efek samping dan resistensi obat yang membahayakan pasien.

  • Mengoptimalkan Anggaran Belanja Rumah Sakit

Perencanaan obat yang baik dapat membantu rumah sakit mengoptimalkan anggaran dengan memilih obat yang cost-effective tanpa mengorbankan kualitas layanan. 

Dengan demikian, rumah sakit dapat menghindari pemborosan akibat obat kedaluwarsa atau overstocking yang tidak diperlukan.

3 Metode Perhitungan Rencana Kebutuhan Obat 

Dalam buku berjudul Manajemen Farmasi Rumah Sakit disebutkan ada 3 metode perhitungan rencana kebutuhan obat yaitu metode morbiditas, konsumsi, dan proxy consumption.

  • Metode Morbiditas

Metode morbiditas adalah teknik perhitungan obat berdasarkan pola penyakit. Dari pola penyakit yang ada, rumah sakit bisa melihat lebih detail terkait jumlah obat, kejadian penyakit, dan standar pengobatan terapi. 

Meski sederhana, namun penerapan metode morbiditas punya tantangan tersendiri, terutama dalam hal pengumpulan data morbiditas yang valid pada penyakit tertentu. Kira-kira inilah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghitung kebutuhan obat dengan metode morbiditas.

Perkiraan jumlah populasi: komposisi demografi berdasarkan jenis kelamin atau umur

Pola morbiditas penyakit: jenis dan frekuensi kejadian penyakit per tahun di seluruh populasi pada kelompok umur

  • Metode Konsumsi

Metode konsumsi menggunakan pola penjualan atau konsumsi di periode sebelumnya. Dibandingkan dengan metode sebelumnya, metode konsumsi dianggap paling tepat untuk merencanakan kebutuhan obat rumah sakit.

Untuk menghitung kebutuhan obat dengan metode konsumsi, ada beberapa data yang harus tersedia, yakni nama obat, stok awal, sisa stok, pembelian, penjualan, stok waktu tunggu, stok minimal, dan pola kunjungan. 

Secara umum, metode konsumsi menggunakan rumus sebagai berikut:

A = (B+C+D) - E 

Keterangan: 

A: rencana pengadaan 

B: pemakaian rata-rata per bulan 

C: buffer stock/stok minimal

D: lead time stock 

E: sisa stok

  • Metode Proxy Consumption

Metode proxy consumption adalah cara menghitung kebutuhan obat berdasarkan data yang sudah ada. Data yang dimaksud yaitu jumlah penyakit yang terjadi, obat yang digunakan, permintaan obat, atau pengeluaran obat.

Metode ini cocok untuk apotek atau fasilitas kesehatan yang sudah memiliki sistem pengelolaan obat yang baik.

Dengan metode proxy consumption, stok obat bisa direncanakan lebih baik agar sesuai dengan kebutuhan pasien, menghindari kekurangan atau kelebihan obat, serta memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal.

Hadir di Trustmedis! RKO Bantu Faskes Dalam Pengelolaan Obat

Sekarang proses manajemen obat di rumah sakit makin praktis dengan modul Rencana Kebutuhan Obat (RKO) di Trustmedis. 

Melalui fitur ini Anda bisa mengelola kebutuhan obat secara otomatis, terstruktur, dan efisien. Selain itu, modul RKO juga terintegrasi dengan fitur monitoring stok obat. Dengan begitu stok obat tidak sampai kosong, karena pengguna akan lebih mudah dalam mengetahui kapan obat akan habis dan perlu memesan kembali. 

Tidak hanya memantau proses pengadaan obat, modul RKO turut memfasilitasi manajemen alat kesehatan (alkes) yang ada. Dengan segala kelebihannya, modul RKO dapat mencegah kekurangan stok obat yang penting dan memudahkan perencanaan anggaran pengadaan obat. 

Baca juga: Rekam Medis Elektronik, Solusi Klinik Sesak Akibat Arsip

Jika manajemen obat di rumah sakit dilakukan dengan tepat, hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan pelayanan. Ingin rumah sakit Anda memiliki sistem manajemen obat dan rekam medis elektronik (RME) yang lebih baik? Jangan tunda lagi, ayo jadwalkan demo sim rs Trustmedis sekarang!

 

Referensi:

  • Musdar, Tamzil Azizi, et al. Manajemen Farmasi Rumah Sakit. PT Global Eksekutif Teknologi, 2023

https://repository.unbl.ac.id/id/eprint/52/1/Manajemen%20Farmasi%20Rumah%20Sakit.pdf

  • Satibi. Manajemen Obat di Rumah Sakit. UGM Press, 2015

https://www.researchgate.net/profile/Satibi-Ali-Kusnadi/publication/317104254_Manajemen_Obat_di_Rumah_Sakit/links/5926a8ccaca27295a8f7eaf9/Manajemen-Obat-di-Rumah-Sakit.pdf

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right