Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Jasa Dokter Murah Se Indonesia Raya

Ditengah zaman modern yang mana serba mengeluarkan biaya ini ternyata masih ada sosok yang benar - benar peduli dengan kehidupan […]
2 Menit Baca
Diterbitkan 3 Desember 2019

Ditengah zaman modern yang mana serba mengeluarkan biaya ini ternyata masih ada sosok yang benar - benar peduli dengan kehidupan orang yang tidak mampu . Fransiskus Xaverius Soedanto atau yang biasa disapa dengan nama dr. Soedanto  lahir di Kebumen, 71 tahun yang lalu di Jawa Tengah.Beliau adalah anak keenam  dari pasangan Umar dan Mursila. Ibunya berprofesi sebagai perawat yang kemudian menjadi inspirasi baginya sehingga beliau  memilih meninggalkan studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan di UGM hanya untuk masuk ke Sekolah Kedokteran.

Setelah lulus pada tahun 1975, ia diminta memilih daerah penugasan. Karena tak bisa membayar uang sogok untuk mendapat penempatan yang diinginkan, ia kemudian memilih Papua sebagai tempat tugasnya. Di Papua, beliau melayani di Kabupaten Asmat, sebelum akhirnya dipindah ke Jayapura. Di Jayapura, beliau  ditugaskan di Rumah Sakit Jiwa hingga akhirnya pensiun pada tahun 2003, kemudian membuka praktik sendiri di Jayapura dan mengabdi hingga 40 tahun lamanya. Dari sinilah beliau memulai misinya untuk berbagi kebaikan kepada pasiennya yakni dengan cara melayani pasien hanya dengan tarif Rp.1.000 serta Rp.2000 untuk pasien yang berasal dari luar Papua. Bahkan beliau juga pernah hanya menerima ucapan terima kasih dari pasiennya yang tidak bisa membayar. Karena kemurahan hatinya, ia juga terkenal dengan sebutan Dokter Seribu Rupiah.

Karena tarif konsultasinya yang sangat tidak masuk akal tersebut, dalam sehari beliau bisa melayani hingga 200 orang pasien mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 2 siang akan tetapi dengan catatan pasien masih harus membayar untuk obat dan alat pemeriksaan. Dokter Soedanto menjadi salah satu nominator penghargaan disebuah stasiun televisi swasta atas jasanya melayani masyarakat Papua. Bahkan bapak dari lima anak ini memiliki pedoman hidup yakni untuk selalu hidup dalam keserhanan dan kesahajaan. pedoman yakni hidup dalam kesahajaan dan sederhana. Baginya semuanya cukup dan senantiasa harus selalu bersyukur.

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right