Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Perkembangan Digitalisasi Layanan Kesehatan di Indonesia

WHO mengatakan jika setiap negara dan stakeholders wajib untuk membuat program eHealth yang sesuai dengan prioritas dan sumber daya kesehatan negar
2 Menit Baca
Diterbitkan 22 Maret 2022

Kondisi Digitalisasi Layanan Kesehatan di Indonesia

Pandemi COVID-19 tidak hanya membuat layanan kesehatan dan nakes di Indonesia kewalahan, tetapi juga membuat masyarakat umum untuk sadar tentang pentingnya digitalisasi kesehatan. Dengan digitalisasi kesehatan diharapkan dapat membantu baik nakes dan pasien untuk:

  • Mempermudah pasien atau pengguna Faskes mencapai dan mengakses layanan kesehatan.
  • Membantu perkembangan kesehatan di Indonesia agar semakin merata.
  • Mengurangi penyebaran
  • Memprioritaskan waktu.

Jika hasil yang akan di dapat semakin bagus, maka dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas Faskes. Di era dimana segala hal dapat dilakukan secara virtual dan digital, penggunaan teknologi untuk kesehatan sebenarnya telah dilakukan.

Seperti yang sering terjadi di masyarakat umum, banyak orang telah menggunakan smartwatch dan wristwatch untuk mengukur detak jantung, seberapa banyak langkah yang telah di ambil dalam sehari, suhu badan, kualitas tidur, dan lain-lain. Penggunaan teknologi untuk di bidang kesehatan telah diaplikasikan sejak lama.

Beberapa alasan mengapa penggunaan teknologi tidak begitu digunakan, seperti:

  • Sisi keuangan yang tidak memadai
  • Pihak layanan kesehatan menolak menggunakan teknologi
  • Jaringan yang tidak stabil
  • Membutuhkan perawatan yang lebih
  • SDM terbatas

Mengutip dari situs WHO mengatakan jika setiap negara dan stakeholders wajib untuk membuat program eHealth yang sesuai dengan prioritas  dan sumber daya kesehatan negara mereka dan membuat sebuah pedoman untuk memantau dan mengevaluasi implementasi dan progres dari eHealth.

Menurut WHO, lebih dari 120 negara anggota, yang terdiri dari negara berpenghasilan menengah dan menengah ke bawah telah memperbaiki strategi dan kebijakan tersebut.

World Health Organization (WHO) sendiri sedang memanfaatkan tenaga dan kemampuan teknologi digital dan inovasi kesehatan untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan dalam skala global.

Baca juga: Faktor Penting & Tantangan Dalam Transformasi Digital Pada Fasilitas Kesehatan

Pemerintah Indonesia Mendukung Digitalisasi Layanan Kesehatan 

Pemerintah berusaha untuk memperbaiki layanan kesehatan dengan mempermudah akses dan memperkuat digitalisasi pelayanan kesehatan. Seperti dari segi penyediaan infrastruktur, teknologi penunjang, dan literasi digital. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan jika digitalisasi kesehatan adalah keputusan tepat untuk mempercepat adopsi teknologi dan solusi kesehatan digital. Namun, untuk mempercepat program digitalisasi kesehatan di Indonesia mempunyai kendala. Seperti sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Kemenkes telah membentuk tiga proyek utama tentang pemanfaatan teknologi digital, yaitu:

  • Integrasi dan pengembangan sistem data kesehatan
  • Pengembangan sistem aplikasi pelayanan
  • Pengembangan ekosistem teknologi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan jika perluasan digitalisasi layanan kesehatan harus dapat menarik perhatian masyarakat untuk ikut dalam kepesertaan program JKN.

Baca Juga : 4 Keuntungan Digitalisasi Fasilitas Kesehatan

Dalam rangka mempercepat/mendukung rencana pemerintah, Trustmedis sebagai penyedia software SIMRS di Indonesia menawarkan solusi bagi Faskes yang ingin beralih dari konvensional ke digital. Seperti pencatatan rekam medis elektronik, booking online, pencatatan laporan keuangan secara elektronik, dan lain-lain. Yang mana dapat memudahkan dan meningkatkan efisiensi Faskes Anda.

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right