Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Prof. Budi Santoso: Dokter dan Akademisi yang Mendukung Trustmedis Sejak Awal

Profil Prof. Dr. dr. Budi Santoso, SpOG(K), pengguna Trustmedis sejak perusahaan masih kecil, dan tiga pelajaran memilih sistem informasi klinik.
3 Menit Baca
Oleh Tischa
Diterbitkan 3 November 2026

Bagian dari panduan: Panduan SIMRS dan Rekam Medis Elektronik di Indonesia

Di dunia kedokteran, teknologi baru sering disambut dengan satu pertanyaan sederhana: apakah ini membuat pekerjaan dokter lebih mudah atau lebih berat? Prof. Dr. dr. Budi Santoso, SpOG(K), dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang juga akademisi, sudah beberapa tahun memakai Trustmedis di kliniknya dan menjawabnya dengan dua kata: mudah dan simpel. Artikel ini mengangkat profil beliau dan pelajaran dari pengalamannya bagi klinik lain yang sedang mempertimbangkan sistem informasi.

Profil singkat

Prof. Budi Santoso adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan gelar konsultan (SpOG(K)) di bidang fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi. Beliau mengajar di Universitas Airlangga, bertugas sebagai staf medis di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan menulis sembilan buku kesehatan, di antaranya Bayi Tabung: Jalan Terakhir Pejuang Dua Garis (2020) dan Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita yang terbit dalam dua jilid.

Gabungan peran itu, yaitu merawat pasien, mengajar, dan menulis, membuat waktu menjadi sumber daya yang paling terbatas. Bagi dokter dengan jadwal seperti itu, sistem klinik yang memakan banyak klik atau butuh pelatihan panjang bukan sekadar merepotkan; ia mengurangi waktu bersama pasien.

Bersama Trustmedis sejak perusahaan masih kecil

Prof. Budi termasuk pendukung Trustmedis sejak perusahaan ini masih berupa tim yang sangat kecil, ketika karyawannya baru dua atau tiga orang. Dukungan semacam itu penting bagi perusahaan teknologi yang baru tumbuh, karena masukan dari dokter yang memakai sistem setiap hari membantu menjaga produk tetap sesuai dengan alur kerja yang nyata di ruang praktik.

Dalam pernyataan yang sudah dipublikasikan, beliau menyebut bahwa sudah beberapa tahun menggunakan jasa Trustmedis dan mendapatkan manfaat yang baik, mudah, dan simpel untuk digunakan di kliniknya. Cerita lengkapnya ada di alasan Prof. Budi memilih sistem berbasis web.

Apa yang bisa dipelajari klinik lain

Dari pengalaman beliau, ada tiga pertimbangan yang berguna bagi dokter dan pengelola klinik saat memilih sistem informasi:

  • Sistem berbasis web mengurangi beban teknis. Klinik tidak perlu memiliki server sendiri atau menginstal perangkat lunak di setiap komputer. Cukup membuka peramban dan masuk ke akun, dan data dapat diakses dari laptop, tablet, atau ponsel selama ada koneksi internet.
  • Sederhana berarti sedikit langkah. Dokter tidak seharusnya perlu banyak klik hanya untuk mencatat diagnosis atau resep. Alur di aplikasi perlu mengikuti alur nyata di ruang praktik.
  • Waktu dokter harus kembali ke pasien. Sistem yang baik membuat dokter menatap layar lebih singkat, sehingga interaksi dengan pasien tetap terjaga.

Untuk panduan lebih lengkap tentang kriteria memilih, baca cara memilih SIMRS dan panduan SIMRS dan rekam medis elektronik di Indonesia.

Trustmedis EMR untuk klinik dan praktik dokter

Trustmedis EMR dirancang berbasis cloud, sehingga klinik dapat mulai tanpa menyiapkan server sendiri. Sistem ini mencakup pendaftaran, rekam medis elektronik, farmasi, laboratorium, dan kasir, serta terhubung dengan BPJS dan SATUSEHAT. Alur pencatatan klinisnya dibahas di SOAP-Assist dan input suara, dan peta integrasi BPJS ada di bridging BPJS di SIMRS. Cerita fasilitas kesehatan lain yang memakainya dapat dibaca di bagian Cerita pelanggan pada panduan.

Bila Anda dokter atau pengelola klinik yang ingin melihat sendiri apakah alurnya terasa mudah dan simpel seperti pengalaman Prof. Budi, jadwalkan demo Trustmedis EMR. Tim kami akan menunjukkan alurnya sesuai jenis layanan Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa Prof. Budi Santoso memilih sistem berbasis web?

Dalam pernyataan yang dipublikasikan, beliau menyebut kesan yang baik, mudah, dan simpel saat memakai aplikasi berbasis web di kliniknya.

Apakah klinik perlu server sendiri untuk memakai Trustmedis EMR?

Tidak. Trustmedis EMR berbasis cloud sehingga klinik cukup membuka peramban dan masuk ke akun.

Bagaimana cara mencoba Trustmedis EMR?

Klinik dapat menjadwalkan demo melalui halaman demo Trustmedis, lalu tim Trustmedis menunjukkan alur sesuai jenis layanan.

Referensi

  1. Universitas Airlangga, Infografik: Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K) (profil, buku, dan tugas di RSUD Dr. Soetomo; dibaca 3 November 2026).
  2. Trustmedis, Mengapa Prof. dr. Budi Santoso Memilih Sistem Berbasis Web dari Trustmedis (pernyataan beliau kepada Trustmedis).

Artikel ini ditulis pada 3 November 2026 dari sumber publik dan pernyataan yang sudah dipublikasikan. Fakta profil dapat berubah.

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right