Daftar Isi

Bagian dari panduan: Panduan SIMRS dan Rekam Medis Elektronik di Indonesia
Daftar Isi
Di dunia kedokteran, teknologi baru sering disambut dengan satu pertanyaan sederhana: apakah ini membuat pekerjaan dokter lebih mudah atau lebih berat? Prof. Dr. dr. Budi Santoso, SpOG(K), dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang juga akademisi, sudah beberapa tahun memakai Trustmedis di kliniknya dan menjawabnya dengan dua kata: mudah dan simpel. Artikel ini mengangkat profil beliau dan pelajaran dari pengalamannya bagi klinik lain yang sedang mempertimbangkan sistem informasi.
Prof. Budi Santoso adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan gelar konsultan (SpOG(K)) di bidang fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi. Beliau mengajar di Universitas Airlangga, bertugas sebagai staf medis di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan menulis sembilan buku kesehatan, di antaranya Bayi Tabung: Jalan Terakhir Pejuang Dua Garis (2020) dan Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita yang terbit dalam dua jilid.
Gabungan peran itu, yaitu merawat pasien, mengajar, dan menulis, membuat waktu menjadi sumber daya yang paling terbatas. Bagi dokter dengan jadwal seperti itu, sistem klinik yang memakan banyak klik atau butuh pelatihan panjang bukan sekadar merepotkan; ia mengurangi waktu bersama pasien.
Prof. Budi termasuk pendukung Trustmedis sejak perusahaan ini masih berupa tim yang sangat kecil, ketika karyawannya baru dua atau tiga orang. Dukungan semacam itu penting bagi perusahaan teknologi yang baru tumbuh, karena masukan dari dokter yang memakai sistem setiap hari membantu menjaga produk tetap sesuai dengan alur kerja yang nyata di ruang praktik.
Dalam pernyataan yang sudah dipublikasikan, beliau menyebut bahwa sudah beberapa tahun menggunakan jasa Trustmedis dan mendapatkan manfaat yang baik, mudah, dan simpel untuk digunakan di kliniknya. Cerita lengkapnya ada di alasan Prof. Budi memilih sistem berbasis web.
Dari pengalaman beliau, ada tiga pertimbangan yang berguna bagi dokter dan pengelola klinik saat memilih sistem informasi:
Untuk panduan lebih lengkap tentang kriteria memilih, baca cara memilih SIMRS dan panduan SIMRS dan rekam medis elektronik di Indonesia.
Trustmedis EMR dirancang berbasis cloud, sehingga klinik dapat mulai tanpa menyiapkan server sendiri. Sistem ini mencakup pendaftaran, rekam medis elektronik, farmasi, laboratorium, dan kasir, serta terhubung dengan BPJS dan SATUSEHAT. Alur pencatatan klinisnya dibahas di SOAP-Assist dan input suara, dan peta integrasi BPJS ada di bridging BPJS di SIMRS. Cerita fasilitas kesehatan lain yang memakainya dapat dibaca di bagian Cerita pelanggan pada panduan.
Bila Anda dokter atau pengelola klinik yang ingin melihat sendiri apakah alurnya terasa mudah dan simpel seperti pengalaman Prof. Budi, jadwalkan demo Trustmedis EMR. Tim kami akan menunjukkan alurnya sesuai jenis layanan Anda.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan, beliau menyebut kesan yang baik, mudah, dan simpel saat memakai aplikasi berbasis web di kliniknya.
Tidak. Trustmedis EMR berbasis cloud sehingga klinik cukup membuka peramban dan masuk ke akun.
Klinik dapat menjadwalkan demo melalui halaman demo Trustmedis, lalu tim Trustmedis menunjukkan alur sesuai jenis layanan.
Artikel ini ditulis pada 3 November 2026 dari sumber publik dan pernyataan yang sudah dipublikasikan. Fakta profil dapat berubah.
