24 February 2020
chanafi@trustmedis.co.id

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini, semakin banyak generasi millenials yang gemar akan ber-travelling. Hal itu diperkuat oleh data Kemetrian Pariwisata mengenai 70 persen orang Indonesia khususnya generasi millenial gemar melakukan travelling baik itu dalam negeri ataupun luar negeri. Terlebih, generasi millenials juga gemar akan melakukan swafoto ataupun foto Outfit Of This Day (OOTD). Bila sudah seperti ini, para generasi millenials tak segan untuk mengeluarkan uang tambahan untuk membeli gadget seperti handphone atau kamera untuk mendapatkan hasil foto yang sempurna. Akan tetapi, pernahkah mereka berpikir, jika handphone atau kamera (gadget) tidak dilengkapi oleh memory card tambahan, kira-kira apa yang akan terjadi dengan gadget mereka jika penuh oleh foto-foto dan file lainnya?

Mungkin sebagian besar dari mereka memilih untuk menyimpan file mereka pada gadget yang sama namun diberi label yang berbeda, atau mereka membeli memory card tambahan seperti flashdisk, atau mereka simpan pada gadget lainnya seperti laptop. Namun, jika jawaban mereka ternyata lebih banyak menyimpan pada gadget yang sama namun diberikan label yang berbeda, bisa jadi dalam satu wadah terdapat dua foto yang sama bahkan lebih. Hal itu dapat lebih cepat menghabiskan tempat penyimpanan. Jadi bukan merungurangi beban, namun malah menambah beban atau disebut juga dengan Redudansi Data.

Redudansi data adalah duplikasi atau penyimpanan data yang sama secara berulang dalam beberapa file, sehingga data yang sama di simpan di dalam lebih dari 1 lokasi. Redudansi menyebabkan masalah pada waktu memperbarui (update) data, serta dapat menghabiskan tempat penyimpanan data dan juga menimbulkan inkonsisten data, yang berarti dokumen yang sama mungkin mempunyai data yang berbeda. Akhirnya, Redundansi mengakibatkan data menjadi tidak konsisten. Penyimpanan dibeberapa tempat untuk data yang sama ini disebut sebagai redundansi dan mengakibatkan pemborosan ruang penyimpanan dan juga biaya untuk akses lebih tinggi.

Makin Mudah Kelola Fakses

Lalu bagaimana cara mengatasi agar tidak terjadi Redudansi Data?

3 Cara ini mungkin dapat Anda terapkan jika Anda mengalami hal serupa seperti diatas ini :

1 . Cukup sekali dalam menyimpan Data

Pada umumnya, kebanyakan masyarakat sangat senang membuat duplikat barang agar dirinya merasa nyaman ketika sewaktu-waktu barang tersebut hilang atau tidak ditemukan. Seperti contoh, sebagian besar masyarakat pasti memilih untuk menggandakan kunci rumah mereka. Disatu sisi agar kunci rumah bisa dibawa oleh anggota keluarga yang lain, disisi lain agar bisa merasa nyaman jika kunci rumah utama mereka hilang, sehingga mereka masih memiliki duplikatnya.

Sama halnya dengan data pada laptop, orang-orang sangat senang menyimpan file atau datanya secara ganda. File tersebut kemudian disimpan pada satu folder yang sama atau berbeda. Secara otomatis, file duplikat makin lama akan makin banyak dan menumpuk, sehingga akan memakan memori yang ada.

2 . Gunakan perangkat lunak dapat melakukan dua hal sekaligus

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan perangkat lunak yang dapat melakukan dua hal sekaligus yakni :

  • Pertama adalah mampu melakukan standarisasi data dengan cerdas dan dilengkapi kamus data yang lengkap untuk bahasa Indonesia. Contoh standardisasi antara lain mengubah standar alamat "jln", "jalan", dan "jl." menjadi "jalan". Kemudian pencocokan data misalnya menganggap sama/cocok nama "Rizky Amirullah" dan "Amirullah Rizky", atau bisa juga "Ferdinan S.IKom" dan "Ferdinan S.ikom". Pencocokan ini biasanya memiliki skor kemiripan data. Kedua proses di atas sering disebut dengan data cleansing yakni proses pembersihan atau perbaikan data.
  • Kedua yakni melakukan pencocokan data dengan sangat cepat yakni sebanyak 50.000 kali lebih cepat dibanding pencocokan manual.

3 . Gunakan aplikasi yang menyediakan fitur Import Data

Secara harafiah, kata import dapat diartikan mengambil atau mendatangkan sesuatu dari luar untuk mendapatkan keuntungan. Seperti contoh, Indonesia banyak sekali mengimpor barang dari luar diantaranya yakni, mesin, besi/baja, peralatan listrik, kendaraan, makanan, bahan kimia organik, dsb. Dengan adanya import, diharapkan jalinan kerjasama antara negara pengekspor dengan negara pengimport, dapat berlangsung dengan baik dan akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.

Tak jauh berbeda dengan import data, Import data yakni mengambil file dari luar baik dari aplikasi itu sendiri maupun dari aplikasi lain dan menggabungkannya dengan data yang dikumpulkan dari kumpulan analisa sebelumnya. Kemudian dari hasil analisa tersebut, dapat digunakan untuk mengatur dan menganalisis semua data untuk kelancaran bisnis. Dan untuk saat ini fitur Import Data sudah banyak diterapkan pada perusahaan teknologi untuk mengelola file mereka.

Alangkah mudah, jika Anda menggunakan fitur import data pada aplikasi atau software yang tersedia, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk memilah folder satu persatu.

Trustmedis adalah software layanan kesehatan online yang memiliki fitur import data untuk mengurangi redudansi data. Cara kerja software Trustmedis dalam melakukan redudansi data yakni user bisa memilih data master yang akan di import, setelah itu pilih Upload Data dimana untuk upload data ini untuk versi sekarang berformat excel.

Kemudian data diupload maka proses selanjutnya adalah system melakukan load data. Setelah selesai maka data akan otomatis terupdate pada setiap data master. Sehingga didalam fitur import ini, kemungkinan besar redudansi data sangatlah kecil. Karena jika terdapat data yang sama, otomatis data tersebut tidak akan terupdate. Sebab data yang terupdate adalah data yang belum ada di dalam system.

Untuk informasi lebih jelas mengenai fitur redudansi yang ada pada modul Trustmedis, silahkan klilk link berikut ini

Ikuti social media kami
[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]

Artikel terbaru

Lihat semua artikel
21 April 2022
5 Tips Sukses Bisnis Klinik Kecantikan di Era Digital
Bisnis Klinik Kecantikan Menjadi Peluang yang Menjanjikan Bisnis di industri kecantikan adalah salah satu bidang yang memiliki peluang usaha yang bagus dari waktu ke waktu. Menilik data dari Badan Pusat Statistika (BPS), bahwa pendapatan industri kecantikan mencapai Rp. 99,33 T pada tahun 2020. Dimana angka tersebut naik 2,29 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak [...]
Read More
31 March 2022
Menilik Potensi Digital Health Bagi Layanan Kesehatan
Mengutip dari “Blueprint For Digital Health Transformation Strategy Indonesia 2024”, permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia adalah: Setidaknya 270 juta data Informasi medis masih tercatat secara manual. Banyaknya penyedia layanan kesehatan yang mengelola data kesehatan. Jutaan resep masih berdasarkan informasi individu yang tertulis di kertas. Banyaknya aplikasi kesehatan yang masih berdasarkan informasi individu. Tenaga kesehatan tidak [...]
Read More
29 March 2022
4 Keuntungan dari Patient-Centered Care
Patient-Centered Care (PCC) berfokus pada pasien dan kebutuhan individual khusus tentang layanan kesehatan, PCC dibutuhkan dan lahir untuk keamanan pasien.   Di Patient-Centered Care, kebutuhan spesifik individu dan hasil yang diinginkan merupakan alasan dibalik keputusan layanan kesehatan dan mengukur kualitas. Tujuan dari Patient-Centered Care adalah untuk mendorong pasien agar lebih aktif saat perawatan.   Namun, [...]
Read More
TRUSTMEDIS
© Copyright 2022 Trustmedis Indonesia
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram