Chat Sales
WhatsApp Sales Jadwalkan Demo

Mau Manajemen Obat Lebih Efektif? Perhatikan 4 Aspek Ini!

Kesalahan dalam manajemen obat dapat berdampak pada kualitas pelayanan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit. Oleh karena itu, proses pengelolaan […]
Oleh Ghea Irzaqdiah
Diterbitkan 26 Maret 2025

Kesalahan dalam manajemen obat dapat berdampak pada kualitas pelayanan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit. Oleh karena itu, proses pengelolaan obat yang ada di fasilitas kesehatan harus berjalan dengan baik. 

Lalu, bagaimana cara memastikan manajemen obat berjalan secara efektif? Simak empat aspek penting yang dapat memengaruhi kualitas pengelolaan obat berikut ini.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 3 Metode Manajemen Obat di Rumah Sakit

4 Aspek yang Dapat Mendukung Kualitas Manajemen Obat

Kesuksesan manajemen farmasi di suatu rumah sakit tidak hanya bergantung pada metode yang digunakan, tetapi juga membutuhkan support system yang baik. Berikut 4 support system yang harus diperhatikan agar pengelolaan obat di rumah sakit berjalan baik.

  • Sumber Daya Manusia (Human Capital)

Kompetensi SDM adalah kunci keberhasilan organisasi, termasuk dalam Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Adapun kompetensi yang dibutuhkan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. 

Kompetensi tersebut dapat ditingkatkan melalui seleksi yang tepat, pelatihan, motivasi, komunikasi, serta kepemimpinan yang efektif.  

Mengacu pada PerMenKes No. 56 Tahun 2014, Instalasi Farmasi harus memiliki apoteker dan tenaga teknis kefarmasian sesuai dengan beban kerja. Namun yang terjadi di lapangan, SDM di Instalasi Farmasi biasanya terbagi menjadi dua kategori utama:  

  • Pekerjaan Kefarmasian – terdiri dari Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian.  
  • Pekerjaan Penunjang – meliputi operator komputer/teknisi dengan pemahaman kefarmasian, tenaga administrasi, dan pekarya/pembantu pelaksana.  

Kombinasi SDM yang tepat akan memastikan tercapainya tujuan dan efisiensi dalam manajemen obat di rumah sakit.

  • Sistem Informasi (Information Capital)

Teknologi sistem informasi memainkan peran penting dalam memudahkan petugas farmasi dalam manajemen obat. Dengan adanya sistem informasi manajemen farmasi, berbagai tugas seperti pencatatan stok obat, pemantauan kedaluwarsa, hingga pemrosesan resep dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. 

Sistem ini juga memungkinkan integrasi dengan rekam medis elektronik (RME) sehingga pemberian obat kepada pasien dapat dilakukan dengan tepat dan mengurangi risiko kesalahan dalam pemberian obat (WHO, 2011).  

Selain itu, keberadaan teknologi sistem informasi juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data bagi tenaga farmasi dan manajemen rumah sakit (KepMenKes No. 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit).  

  • Pengorganisasian Sumber Daya (Organization Capital)

Faktor ketiga yang dapat menunjang kegiatan manajemen farmasi rumah sakit adalah pengorganisasian sumber daya. Dengan memiliki struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas antar petugas farmasi jadi lebih efektif. Selain itu, para petugas farmasi juga dapat bekerja sesuai kompetensinya.

Jadi, dengan adanya pengelolaan sumber daya yang tepat, hal ini memungkinkan rumah sakit untuk memberikan pelayanan farmasi yang optimal dan memastikan ketersediaan obat yang aman serta berkualitas bagi pasien.

  • Manajemen Keuangan

Aspek terakhir yang perlu diperhatikan dalam manajemen obat adalah manajemen keuangan. Dengan perencanaan keuangan yang matang, rumah sakit dapat menghindari kekurangan stok obat dan mengelola biaya operasional dengan efisien. Tidak hanya itu, manajemen keuangan yang baik juga membantu rumah sakit dalam menyediakan obat yang berkualitas bagi pasien. 

Untuk memastikan apakah manajemen keuangan yang ada sudah berjalan dengan efisien dan berkelanjutan, Anda bisa menggunakan rasio ekonomi. Dalam industri farmasi, rasio ekonomi dapat digambarkan seperti berikut:

  • Rasio profitabilitas (misalnya margin laba):  untuk melihat seberapa menguntungkan operasional penjualan obat yang ada di apotek atau rumah sakit
  • Rasio efisiensi: biaya untuk menilai apakah pengeluaran apotek atau rumah sakit sudah dikelola dengan baik.
  • Rasio likuiditas: untuk memastikan apotek atau rumah sakit memiliki cukup dana untuk membayar kewajiban jangka pendeknya.

Manajemen Farmasi Makin Mudah dengan RKO di Trustmedis!

Untuk memaksimalkan manajemen farmasi di rumah sakit, penggunaan teknologi yang tepat sangat diperlukan. Fitur Rencana Kebutuhan Obat di Trustmedis hadir sebagai solusi inovatif yang membantu fasilitas kesehatan dalam mengelola obat dan alat kesehatan secara efektif.

Dengan fitur ini, rumah sakit dapat memastikan pengelolaan stok yang efisien sehingga tidak ada kelebihan atau kekurangan obat yang dapat menghambat pelayanan. Selain itu, pemantauan ketersediaan obat menjadi lebih mudah dan memungkinkan tenaga farmasi untuk selalu siap dalam memenuhi kebutuhan pasien.

Keunggulan lainnya adalah kemampuannya dalam mengurangi biaya dengan mencegah pemborosan serta memastikan proses pengadaan berjalan secara terstruktur dan terencana. Data yang tersaji pun menjadi lebih akurat dan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan stok dan distribusi obat. 

Dengan semua manfaat tersebut, Rencana Kebutuhan Obat di Trustmedis bukan sekadar fitur, tetapi sebuah alat yang powerful untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan mutu pelayanan farmasi di rumah sakit.

Baca juga: SmartDx by Trustmedis: Asisten Diagnosis Cerdas Berbasis AI

Dengan memahami dan menerapkan keempat aspek di atas, Anda bisa meningkatkan kualitas pelayanan farmasi yang ada. 

Namun, untuk solusi yang lebih praktis, silakan jadwalkan demo aplikasi Trustmedis sekarang dan temukan fitur Rencana Kebutuhan Obat yang akan membantu Anda dalam mengelola stok, pengadaan, serta distribusi obat secara mudah dan efektif.

 

Referensi:

Kunjungi Trustmedis

Artikel terbaru

TRUSTMEDIS
© Copyright 2026 Trustmedis Indonesia
chevron-right