Daftar Isi

Akreditasi KARS menjadi tolok ukur bagi fasyankes di Indonesia untuk memastikan mutu pelayanan medis dan keselamatan pasien. Salah satu aspek penting yang dinilai adalah implementasi SIMRS yang efektif.
Daftar Isi
Lalu, SIMRS seperti apa yang mampu memenuhi standar KARS? Jangan khawatir, ikuti panduan download e-book SIMRS ideal sesuai kriteria KARS berikut ini untuk menemukan solusinya.
Baca juga: Strategi Efektif untuk Persiapan dan Pengajuan Akreditasi Rumah Sakit
Implementasi SIMRS akan sangat membantu pihak fasyankes dalam memanajemen fungsi utama rumah sakit secara optimal. Mulai dari proses pendaftaran pasien, pengelolaan RME, hingga urusan keuangan, semuanya bisa terintegrasi dalam satu sistem SIMRS.
Supaya implementasi SIMRS berhasil dan memberikan manfaat maksimal, ada beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan.
Secara garis besar, implementasi sistem manajemen RS dapat memberikan sejumlah manfaat seperti:
Integrasi dengan SATUSEHAT tidak menjadi satu-satunya poin penilaian untuk mengukur baik-buruknya suatu sistem manajemen RS. Jika Anda sudah pernah download e-book SIMRS ideal sesuai kriteria KARS, setidaknya ada 8 poin utama dalam menilai sistem manajemen RS.
Faskes perlu memiliki visi yang jelas, tim yang kompeten, strategi yang komprehensif, dan punya komitmen kuat untuk memastikan bahwa SIMRS dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan pelayanan.
Merujuk pada panduan SIMRS menurut KARS, keamanan pasien merupakan salah satu poin yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem manajemen RS. Tujuannya supaya sistem dapat melakukan identifikasi pasien secara akurat, menyediakan RME yang lengkap, dan membuat keputusan klinis yang aman.
SIMRS bukan sekadar teknologi, tetapi juga mampu memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik dan aman.
Pasien serta keluarga bisa menjadi partner bagi faskes dalam mengembangkan sistem manajemen RS. Dengan melibatkan pasien, faskes dapat membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pasien.
Menurut KARS, SIMRS yang baik harus menjamin keakuratan, kelengkapan, kerahasiaan, dan keamanan data RME pasien.
Sistem manajemen RS harus bisa menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh berbagai pihak mulai dari tenaga kesehatan, manajemen, hingga pasien.
Parameter penilaian selanjutnya adalah kualitas pengelolaan obat dan alat kesehatan. Poin ini menekankan bahwa SIMRS harus bisa mengelola data obat dan alat kesehatan secara baik untuk meminimalkan kesalahan.
Penting untuk melakukan audit dan pemantauan kerja pada modul SIMRS. Poin ini akan membantu fasyankes dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Selain itu, audit dan pemantauan kerja juga menjadi cara untuk mengukur kepatuhan fasyankes dalam menerapkan regulasi.
Bagi rumah sakit yang ingin memahami lebih dalam tentang kriteria SIMRS ideal menurut KARS, Trustmedis menyediakan panduan berupa e-book yang dapat diunduh. Jika tertarik untuk download e-book SIMRS ideal sesuai kriteria KARS, Anda bisa menghubungi tim sales atau customer support Trustmedis.
Cara selanjutnya adalah dengan mengecek akun Instagram atau LinkedIn Trustmedis, kemudian cari postingan terkait "Integrasi SATUSEHAT Bukan Parameter Utama Akreditasi". Tulis komentar "Mau" di postingan tersebut untuk mendapatkan link download e-book SIMRS ideal menurut KARS secara gratis.
Baca juga: Peningkatan Layanan Rumah Sakit di Indonesia Melalui Akreditasi
Setelah mengunduh dan mempelajari e-book ini, sekarang saatnya melihat bagaimana Trustmedis dapat diimplementasikan di fasyankes Anda. Jadwalkan demo aplikasi Trustmedis secepatnya dan temukan SIMRS yang tepat.